Kampanye Anti Korupsi di Kalangan Pelajar Banyuasin: Langkah Preventif

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin, Erni Yusnita SH MH menghadirkan pelajar SMAN 2 Banyuasin III dalam Kampanye Anti Korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin, Erni Yusnita SH MH menghadirkan pelajar SMAN 2 Banyuasin III dalam Kampanye Anti Korupsi.

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Kampanye antikorupsi di bumi “Sedulan Setudung” dikemas lebih segar tahun ini, dengan lomba karikatur di SMA Negeri 2 Unggul Banyuasin III, Kejaksaan Negeri Banyuasin mengajak para pelajar menyuarakan nilai kejujuran dan integritas lewat karya seni.

Kegiatan, dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin, Erni Yusnita SH MH, menghadirkan para pelajar sebagai peserta utama.

Ragam karya bertema antikorupsi, mulai dari krtik visual hingga pesan moral disajikan peserta didik penuh kreatif.

Baca Juga:  Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Lomba dirancang sebagai ruang belajar agar nilai kejujuran dapat dipahami tidak hanya sebagai wacana, tetapi sebagai sikap yang harus dibangun sejak usia sekolah.

“Keterlibatan pelajar dalam kampanye anti korupsi sangat penting sebagai langkah preventif guna membentuk karakter generasi muda yang berintegritas,” ungkap Erni di sela kegiatan, Selasa 10 Desember 2025.

Baca Juga:  17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Menurutnya, melalui seni karikatur, pesan moral tentang bahaya korupsi dapat disampaikan secara kreatif, menarik dan mudah dipahami oleh publik.

“Kejaksaan Negeri Banyuasin berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif dan kreatif sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi, khususnya dikalangan generasi muda,” tuturnya.

Laporan Desi OY | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Berita Terbaru