390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture dan Marine PLN hingga 2025

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hingga 2025, sebanyak 390.034 pelanggan di sektor agrikultur dan kelautan memanfaatkan Program Electrifying Agriculture [EA] dan Electrifying Marine [EM] dari PLN.

Hingga 2025, sebanyak 390.034 pelanggan di sektor agrikultur dan kelautan memanfaatkan Program Electrifying Agriculture [EA] dan Electrifying Marine [EM] dari PLN.

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Hingga 2025, sebanyak 390.034 pelanggan di sektor agrikultur dan kelautan memanfaatkan Program Electrifying Agriculture [EA] dan Electrifying Marine [EM] dari PLN. Jumlah ini meningkat sekitar 30% secara year on year [YoY] dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat 300.535 pelanggan.

Melalui program ini, PLN menghadirkan pasokan listrik yang andal dan efisien untuk mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa program EA dan EM ini merupakan bagian dari strategi PLN dalam mendorong transisi energi berkelanjutan, katahanan ekonomi masyarakat, hingga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong produktivitas ekonomi rakyat melalui berbagai program berkelanjutan. Dengan pemanfaatan listrik yang efisien dan ramah lingkungan, kami mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi modern berbasis listrik yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi,” ujar Darmawan.

Pemanfaatan listrik PLN melalui program EA dan EM ini diterapkan dalam berbagai aktivitas produktif, mulai dari pompa listrik untuk irigasi sawah, mesin penggilingan padi, kincir air listrik di tambak, penggunaan lampu ultraviolet pada budidaya tanaman, mesin penghangat untuk ternak unggas, hingga untuk mendukung aktivitas kapal sandar maupun industri galangan kapal.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menjelaskan bahwa hingga 2025, total daya listrik yang terpasang melalui program EA dan EM mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA), naik sekitar 25% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4.203 MVA.

Baca Juga:  HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Hal tersebut diikuti dengan konsumsi listrik pada 2025 mencapai 7,1 terawatt hour (TWh), meningkat sekitar 16% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 6,1 TWh, mencerminkan tingginya pemanfaatan listrik untuk mendukung aktivitas di sektor industri primer.

“Program ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan dukungan listrik yang memadai, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian, sehingga ekosistem pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor kelautan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” jelas Adi.

Adi menambahkan, PLN terus bersinergi dengan pemerintah untuk memperluas program listrik masuk sawah. Melalui program EA pompanisasi berbasis listrik, para petani dapat menghemat bahan bakar dan meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh para petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Bupati Seluma, Teddy Rahman, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan keterlibatan PLN dalam mendukung sektor pertanian melalui pemanfaatan energi dan teknologi untuk irigasi sawah dan pengolahan hasil tani sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

“Program ini bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga tentang bagaimana energi mampu mengubah kehidupan petani kami. Terima kasih PLN yang telah mengambil bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ucap Teddy.

Baca Juga:  Fauzi Amro Gebrak Literasi Keuangan di Sumsel, Ibu Rumah Tangga Dibentengi dari Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Manfaat program turut dirasakan oleh salah satu peternak bebek yang tergabung dalam Kelompok Tani Sabana Mandiri berlokasi di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Abdurrahman, ia menyampakan bahwa penggunaan listrik yang stabil dalam pengelolaan peternakan bebek dapat meningkatkan kesehatan dan mempercepat pertumbuhan ternak, serta mengoptimalkan produktivitas telur.

“Sebelumnya, kami menghadapi banyak kendala dalam mengatur suhu bibit bebek di kandang. Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat. Program PLN ini benar-benar membawa manfaat besar bagi usaha kami,” terang Abdurrahman.

Di sektor kelautan, program EM juga memberi dampak positif bagi salah satu industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir menuturkan saat ini seluruh peralatan di galangan kapal telah menggunakan listrik. Menurutnya, penggunaan listrik sangat membantu menurunkan biaya operasional hingga lebih dari 20% sekaligus mengurangi emisi gas buang di galangan kapal.

“Dengan menggunakan listrik, biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih murah. Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai satu miliar per tahun, namun jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tutup Ashawir. [Abv/red]

Berita Terkait

IOC SKK Migas Mirip Pusat Kendali NASA! 24 Jam Nonstop Pantau Produksi Migas
ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia
Andreas Bilang Kapolda Sumsel Jangan “Kedodoran” dengan Dua PR Besar: 14 Korporasi Karhutla-Kekerasan Jurnalis, Gelar RDP!
Medco E&P Tanam 22 Ribu Mangrove di Banyuasin, Rehabilitasi Pesisir Sungsang IV Terus Dipantau
Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD
Kapasitas Data Center RI Diproyeksi Tembus 11 GW, PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal
PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎
Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:13 WIB

IOC SKK Migas Mirip Pusat Kendali NASA! 24 Jam Nonstop Pantau Produksi Migas

Rabu, 4 November 2026 - 19:24 WIB

ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 15:16 WIB

Andreas Bilang Kapolda Sumsel Jangan “Kedodoran” dengan Dua PR Besar: 14 Korporasi Karhutla-Kekerasan Jurnalis, Gelar RDP!

Senin, 2 November 2026 - 12:37 WIB

Medco E&P Tanam 22 Ribu Mangrove di Banyuasin, Rehabilitasi Pesisir Sungsang IV Terus Dipantau

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD

Berita Terbaru