10 Tahun Banjir, Warga Sambut Baik Program Kolam Retensi, Bastari: Jangan Ada yang Dirugikan !

- Jurnalis

Rabu, 10 Mei 2023 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis PUPR Kota Palembang Kota Palembang Ir H Ahmad Bastari MT IPM ASEAN-Eng bersama Camat AAL Sariayansyah, Jajaran Warga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas meninjau lokasi tempat program pembuatan Kolam Retensi di Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang.

Kadis PUPR Kota Palembang Kota Palembang Ir H Ahmad Bastari MT IPM ASEAN-Eng bersama Camat AAL Sariayansyah, Jajaran Warga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas meninjau lokasi tempat program pembuatan Kolam Retensi di Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Program pembangunan kolam retensi untuk mengatasi banjir apabila terjadi frekuensi hujan berlebihan, disambut baik warga Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang dan sekitarnya.

Dalam kunjungan ke lapangan, ternyata hampir seluruh masyarakat sudah lebih dari 10 tahun selalu kebanjiran ketika hujan turun dengan frekuensi tinggi.

“Waduh, rumah saya ini seperti kolam ketika banjir tiba, Pak. Bahkan kami tak bisa tidur di rumah andaikan banjir datang Pak,” ujar Hermanto (47) kepada awak media ini, Rabu (10/5/2023).

Menurut dia, sudah berkali-kali menyatakan keresahannya tentang banjir. Bahkan ia juga sudah menyatakan keresahannya kepada lurah setempat, namun belum ada upaya konkret yang dilakukan untuk mengatasi banjir. “Kami sangat bersyukur apabila ada program pemerintah untuk membangun kolam retensi. Ini prospek yang sangat baik,” kata Hermanto.

Sementara warga lainnya, Ibu Esih (65), akan mengajak warga untuk membantu program pembuatan kolam retensi tersebut. “Kabetulan kami memiliki dua bidang tanah, tapi tanah itu terkena program pembuatan kolam retensi. Tapi demi untuk mengatasi banjir bagi warga, maka saya lepas meski harga tanahnya tidak sesuai dengan keinginan kami. Saya ikhlas,” ujar Ibu Esih.

Baca Juga:  Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Diwarnai Donor Darah

Menanggapi kesediaan warga yang siap mendukung program pemerintah, Camat Alang-alang Lebar Sariyansyah Ismail SSTP MSi, mengatakan bahwa pihaknya akan menyambut baik aspirasi mereka.

Terutama untuk warga yang terkena imbas langsung pembangunan kolam retensi, pihaknya akan mendampingi pembayaran tanah mereka dari pemerintah.

“Kita tidak ingin ada warga kita yang merasa dirugikan. Sebab pembangunan kolam retensi ini untuk mengatasi persoalan banjir yang masuk ke rumah-rumah warga. Karena itu kita berharap agar program pembuatan kolam retensi ini berjalan sesuai program yang dilaksanakan, sementara warga kita tidak dirugikan,” ujar Sariyansyah.

Menurut Camat Alang-alang Lebar tersebut, warga yang mendapat ganti untung dari program kolam retensi tersebut, terdiri dari warga komplek Maskarebet, warga Jalan Maju Bersama, warga Komplek Hero dan warga komplek Labi-labi, warga Jalan Jepang, serta perumahan warga Jalan Hasanuddin. “Pembayaran tanah mereka harus terselenggara sesuai yang kita harapkan,” ujar Camat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Ir H Ahmad Bastari MT IPM ASEAN-Eng, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembayaran kepada warga ikhlas menjualkan lahan mereka. “Saya secara tegas mengatakan kepada petugas yang ditunjuk agar mereka membayar warga sesuai aturan yang diberlakukan,” ujar Bastari.

Baca Juga:  Drumband SMA Negeri 21 Palembang Turut Sukseskan Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418

Artinya, kata Bastari, jangan sampai ada warga yang dirugikan dalam upaya pembebasan tanah mereka. “Ini hal prinsip yang saya berlakukan,” kata Bastari.

Menjawab pertanyaan luas wilayah kolam retensi yang akan dibangun di Kecamatan Alang-alang Lebar dan sekitarnya, Bastari mengatakan 5000 meter persegi, berikut jalur aliran air seluas 10 meter dengan panjang aliran sesuai yang dibutuhkan di lapangan.

“Jadi jumlah keseluruhan luas kolam retensi tersebut, sekitar 8000 meter persegi. Takaran keluasan kolam bisa mengatasi banjir yang kerapkali terjadi apabila hujan turun dengan volume air yang berlebihan,’ ucap Bastari.

Untuk tujuan itu, Selasa kemarin (9/5/2023), rombongan Dinas PUPR Kota Palembang berkoordinasi dengan Camat Alang-alang Lebar dan warga setempat.

“Alhamdulillah, warga sangat mendukung program pembukaan lahan kolam retensi tersebut. Saya sangat terharu menyambut kesediaan warga membantu pemerintah,” ucap Bastari menutup perbincangan.

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB