banner 2560x598

banner 2560x598

Yasonna Sebut Biang Kerok di Lapas “Over Load”, ini penyebabnya

  • Bagikan
Ilustrasi Lapas Over Load
Ilustrasi Lapas Over Load
banner 468x60

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Menkumham RI Yasonna H Laoli sebut biang kerok di lembaga pemasyarakatan (Lapas) adalah “over load” (melebihi kapasitas).

“Karena warga binaan narapidana narkotika. Selalu saya katakan sangat aneh sekali satu jenis crime yaitu kejahatan narkotika mendominasi lebih dari 50 persen isi Lapas,” kata Yasonna dalam acara Newsroom yang disiarkan di CNNIndonesia TV, Rabu (8/9).

Dikatakan Yasonna bahwa akses masyarakat terhadap keadilan harus dilakukan dengan revisi atas undang undang Narkotika yang dianggap tidak relevan lagi dengan kondisi darurat narkoba di Indonesia seperti sekarang.

Menurut dia, pemidanaan pengguna narkotka seperti diatur undang undang nomor 35/2009 tak hanya mengurangi keberhasilan penyembuhan pengguna tetapi juga menybabkan lapas dan rumah tahanan mengalami kelebihan penghuni. “Pengguna narkotika seharusnya direhabilitasi alih alih dijatuhi sanksi pidana penjara,” ujarnya.

Ia pun telah melaporkannya ke Menkopolhukam.”Saya ditelpon pak Presiden, saya jelaskan masalahnya, kenapa? Kalau pemakai itu hendaknya direhabilitasi,” jelasnya.

Menkumham mengaku selama tiga tahun terakhir secara berturut turut selalu mengajukan Revisi UU Narkotika dalam Prolegnas. Hanya saja keputusan polemic ini belum selesai lantaran masih ada perdebatan internal di pemerintah. Banyak jenis kejahatan, ujar Yasonna seperti pembunuhan, pencurian, korupsi, pemerkosaan, dan penganiayaan, namun apabila seluruh kasus itu diakumulasi. Maka kasus pada narapidana narkotika paling banyak.

“Jadi waktu saya ke Belanda, saya tanya kenapa di sini narkotika tidak masalah? mereka mengatakan, ‘kamu mendekati persoalan pemakai dari segi aspek kesehatan atau aspek pemidanaan?’ Sementara kita masih aspek pemidanaannya yang dilihat,” ujar Yasonna, seperti yang dilaporkan CNN Indonesia.

Sumber CNN Indonesia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *