Yasonna Sebut Biang Kerok di Lapas “Over Load”, ini penyebabnya

- Jurnalis

Kamis, 9 September 2021 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Lapas Over Load

Ilustrasi Lapas Over Load

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Menkumham RI Yasonna H Laoli sebut biang kerok di lembaga pemasyarakatan (Lapas) adalah “over load” (melebihi kapasitas).

“Karena warga binaan narapidana narkotika. Selalu saya katakan sangat aneh sekali satu jenis crime yaitu kejahatan narkotika mendominasi lebih dari 50 persen isi Lapas,” kata Yasonna dalam acara Newsroom yang disiarkan di CNNIndonesia TV, Rabu (8/9).

Dikatakan Yasonna bahwa akses masyarakat terhadap keadilan harus dilakukan dengan revisi atas undang undang Narkotika yang dianggap tidak relevan lagi dengan kondisi darurat narkoba di Indonesia seperti sekarang.

Baca Juga:  Asap Ancam Warga, NasDem Sumsel Buka Posko ISPA Gratis hingga Sebar 40 Ribu Masker Plus Air Mineral‎

Menurut dia, pemidanaan pengguna narkotka seperti diatur undang undang nomor 35/2009 tak hanya mengurangi keberhasilan penyembuhan pengguna tetapi juga menybabkan lapas dan rumah tahanan mengalami kelebihan penghuni. “Pengguna narkotika seharusnya direhabilitasi alih alih dijatuhi sanksi pidana penjara,” ujarnya.

Ia pun telah melaporkannya ke Menkopolhukam.”Saya ditelpon pak Presiden, saya jelaskan masalahnya, kenapa? Kalau pemakai itu hendaknya direhabilitasi,” jelasnya.

Menkumham mengaku selama tiga tahun terakhir secara berturut turut selalu mengajukan Revisi UU Narkotika dalam Prolegnas. Hanya saja keputusan polemic ini belum selesai lantaran masih ada perdebatan internal di pemerintah. Banyak jenis kejahatan, ujar Yasonna seperti pembunuhan, pencurian, korupsi, pemerkosaan, dan penganiayaan, namun apabila seluruh kasus itu diakumulasi. Maka kasus pada narapidana narkotika paling banyak.

“Jadi waktu saya ke Belanda, saya tanya kenapa di sini narkotika tidak masalah? mereka mengatakan, ‘kamu mendekati persoalan pemakai dari segi aspek kesehatan atau aspek pemidanaan?’ Sementara kita masih aspek pemidanaannya yang dilihat,” ujar Yasonna, seperti yang dilaporkan CNN Indonesia.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Sumber CNN Indonesia

Berita Terkait

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 8 September 2026 - 12:32 WIB

Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB