“Kebijakan penyaluran kredit diprakirakan akan lebih ketat dalam sejumlah aspek. Di antaranya aspek suku bunga kredit, premi kredit berisiko, dan persyaratan administrasi,” ujar Erwin.
Hasil survei yang menunjukkan meningkatnya penyaluran kredit perbankan di triwulan I dan triwulan II mendatang, tidak lepas dari optimisme responden. Responden dari kalangan perbankan optimis pertumbuhan kredit keseluruhan tahun 2023 bisa mencapai 10,4 persen.
“Prakiraan pertumbuhan itu tetap positif, meski tidak setinggi realisasi pertumbuhan kredit tahun 2022 yang sebesar 11,4 persen. Optimisme respoden didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi yang relatif terjaga, begitu pula dengan risiko penyaluran kreditnya,” kata Erwin menambahkan.
Survei Perbankan Bank Indonesia dilakukan untuk memperoleh informasi dini mengenai kebijakan perbankan dalam penyaluran kredit, pendanaan dan penentuan suku bunga. Juga informasi permintaan dan penawaran kredit baru, di mana sampel survei meliputi 40 bank umum dengan pangsa kredit sebesar 80 persen dari total kredit. (JFA)
Halaman : 1 2



















