TLHP On Time, Mendagri Anugerahi Pemprov Sumsel Penghargaan

- Jurnalis

Selasa, 31 Agustus 2021 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian secara virtual kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru pada Rakor Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Rakorwasdanas) sekaligus meluncurkan Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Center for Prevention (MCP) pencegahan korupsi oleh KPK RI, di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (31/8) pagi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian secara virtual kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru pada Rakor Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Rakorwasdanas) sekaligus meluncurkan Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Center for Prevention (MCP) pencegahan korupsi oleh KPK RI, di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (31/8) pagi.

Gubernur Hadiri Rakorwasdanas dan Launching Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK RI

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Provinsi Sumsel terus mencatat prestasi di kancah nasional.

Kali ini Sumsel mendapatkan penghargaan sebagai 10 Provinsi yang Tepat Waktu dalam Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (TLHP) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah oleh Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Tahun 2019.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian secara virtual kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru pada Rakor Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Rakorwasdanas) sekaligus meluncurkan Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Center for Prevention (MCP) pencegahan korupsi oleh KPK RI, di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (31/8) pagi.

Terkait penghargaan tersebut Mendagri M Tito Karnavian, mengatakan sangat mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam ketepatan waktu menyampaikan TLHP.

Ia pun berharap apa yang telah dilakukan 10 provinsi ini dapat menjadi motivasi bagi provinsi lainnya di Indonesia. Hal ini sesuai dengan Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. “Pada Pasal tersebut dijelaskan bahwa, ‘Kepala daerah, wakil kepala daerah dan kepala perangkat daerah wajib hasil pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah paling lambat 60 hari setelah hasil pengawasan diterima’,” jelasnya.

Adapun 10 provinsi yang mendapat apresiasi tersebut di antaranya, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Sulawesi Tengah, Riau, DKI Jakarta, Banten, dan Kalimantan Selatan.

Dalam Rakorwasdanas itu Tito menjelaskan bahwa dalam konteks pengawasan, Kemendagri berperan dalam berbagai pengawasan di daerah termasuk tentang perencanaan APBD, pengadaan barang dan jasa serta peningkatan APIP, manajemen ASN dan lainnya. Seperti pengawasan APBD, Kemendagri sedapat mungkin mengupayakan agar bahan belanjaan lebih banyak dialihkan ke belanja yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

“Saya minta agar kepala daerah betul-betul memperkuat APIP. Kalau APIP ini kuat maka pengawasan internal akan lebih kuat. Untuk itu kami apresiasi sekali pada KPK yang berinisiatif membuat MCP pendekatan yang dilakukan lebih pencegahan,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Tito juga mengimbau agar kepala daerah tetap waspada dan berhati-hati dalam bekerja untuk dapat terhindar dari korupsi. “BPKP sudah sangat paham betul modus-modus korupsi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kepala daerah terhadap peran dan fungsi APIP, dalam melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melalui acara ini, juga diharapkan dapat membangun persepsi terhadap kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, dalam pengelolaan keuangan daerah di masa pandemi, dan fokus pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ketua KPK RI Firli Bahuri mengatakan, MCP merupakan salah satu instrument dalam pemberantasan korupsi di daerah. Dimana dalam hal ini KPK mengutamakan pencegahan dalam pemberantasan korupsi. Untuk itu KPK melibatkan kemendagri dan BPKP mendasarkan perintah kerja sama pencegahan tindak pidana korupsi. “Kesepakatan dilakukan dengan menjalin kerja sama dalam pengelolaan Monitoring Center for Prevention (MCP) oleh ketiga institusi,” ujaranya.

Dijelaskan Firli bahwa ada banyak korupsi korupsi yang terdiri dari puluhan jenis. Sehingga dalam upaya menekan terjadinya korupsi mereka pada tiga strategi utama. Pertama yakni melakukan pendekatan startegi pendidikan. Yang bertujuan agar dapat mengubah sikap dan perilaku budaya korupsi budaya anti korupsi. Kedua dengan melakukan pendekatan pencegahan melalui penelahaan, pengkajian dan penelitian dan rekomendasi pemerintah untuk perbaikan sistem. Ketiga melalui penindakan yang proporsional dengan menjunjung tinggi HAM.

Baca Juga:  FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

“Hari ini kami fokus pada upaya pencegahan. Dan upayakan mengeliminir terjadinya korupsi korupsi mencoba mengembangkan metode pencegahan korupsi dengan perbaikan sistem. Dan ada 8 area intervensi yang dikemas dalam MCP,” jelasnya.

Delapan program intervensi itu antara lain kata Firli adalah APIP, perizinan, pengadaan barang dan jasa, perencanaan dan penganggaran APBD, manajemen ASN, tata kelola dana desa, optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah.

Di ujung sambutannya Firli juga mengingatkan semua kepala daerah agar melakukan tiga hal penting. Yaitu meminta kepala daerah untuk tetap mewujudkan cita-cita bangsa serta mewujudkan tujuan negara. Kemudian dapat memastikan ketersediaan politik dan keamanan.

“Melakukan tanggung jawab dan terus berperan serta dalam jiwa masyarakat. Terutama di musim pandemi seperti sekarang,” jelasnya.

Selain meluncurkan Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Center for Prevention (MCP), dalam kesempatan itu Kemendagri juga me-launching Aplikasi Sistem Infomasi Pengawasan Inspektorat Jenderal (SIWASIAT). Hadir dalam Rakor Virtual tersebut yakni Mendagri M Tito Karnavian, Ketua KPK Firli Bahuri, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.

Sedangkan Gubernur Herman Deru didampingi Kepala Inspektorat Provinsi Sumsel Bambang Wirawan, Kepala Bapenda Neng Muhibah, Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Selatan, Megaria, dan jumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel lainnya.

Berita Terkait

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
DPRD Kota Prabumulih Gelar Paripurna XXIV Masa Persidangan Ketiga 2026
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:33 WIB

DPRD Kota Prabumulih Gelar Paripurna XXIV Masa Persidangan Ketiga 2026

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB