banner 970x250
banner 970x250
banner 970x250

Tinjau Pasar Cinde, Fitri: Hari Pertama Puasa Harga Normal

  • Bagikan
Wakil Walikota Palembang meninjau dan monitor keamanan makanan dan harga Sembako di Pasar Cinde, Selasa, 13 April 2021
Wakil Walikota Palembang meninjau dan monitor keamanan makanan dan harga Sembako di Pasar Cinde, Selasa, 13 April 2021
banner 468x60

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Masuki hari pertama ibadah puasa Ramadhan 1442 H/2021 M, beberapa harga bahan pangan dan sembilan bahan pokok (Sembako) di Pasar Cinde Palembang masih relatif normal.

Meski pun tak mengalami lonjakan harga, pedagang pasar tersebut terkendala akses dan minat daya beli masyarakat yang mengalami penurunan.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat meninjau keamanan makanan bersama Badan POM kota Palembang, di Pasar Cinde, Selasa (13/4/2021).

Saat bulan puasa, menurutnya kondisi harga sembako, intinya tidak ada kenaikan yang cukup signifikan. Ya, masih dalam harga yang normal. “Kalau untuk pasar Cinde ini, memang harganya agak sedikit lebih naik ya, dan pada tradisional biasa, jadi masih dalam taraf normal,” ungkapnya.

Untuk beberapa minggu ini, kata Ftiri, kita akan melakukan pemantauan harga sembako di beberapa pasar, namun untuk harga daging sapi dan kerbau Bulog sendiri sudah menyiapkan daging beku. Untuk daging sapi itu kalau tidak salah harganya Rp87 ribu.

“Dan untuk daging kerbau itu sendiri Rp73 ribu jadi tidak perlu khawatir untuk masyarakat Kota Palembang yang ingin mengkonsumsi daging, Bulog siap dengan jumlah yang cukup besar untuk masalah daging,” jelasnya.

Di tempat yang sama Irwan pedagang sayur-sayuran di pasar Cinde, mengatakan harga 1 kilogram (kg) bawang merah 60 ribu, 1 kg cabe merah Rp80 ribu, cabe rawit 40 ribu dan cabe burung 1 kg Rp100 ribu.

“Kami berharap semua bisa kembali normal dan pembeli bisa ramai lagi. Kami merasa sedikit tidak percaya dengan kondisi yang belum stabil, karena harga sekarang masih normal dan daya pembeli berkurang,” tutupnya.

Laporan TMY

Editor Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *