Tersinggung Soal Kunci Kotak Amal, Kepala Arif Dibacok Mahyudin

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2020 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Darah yang berceceran di lantai masjidd

Darah yang berceceran di lantai masjidd

DISAAT maghrib tiba, justru tak digunakan Mahyudin (45) untuk bermunajat ke pada Allah SWT. Bahkan dengan emosi meluap-luap ia berusaha menebas leher Muhammad Arif (61) di saat korban sedang mengimami salat bagi jemaah masjid Lk II Kelurahan Tanjung Rancing Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI.

WIDEAZONE.COM, KAYUAGUNG — Dendam dan sakit, membuat Mahyudin melupakan tugasnya bermunajat ke pada Allah SWT. Justru disaat orang sibuk menyungkurkan keningnya ke pada Allah, ia berusaha membunuh ketua masjid Muhammad Arif.

Kejadian berdarah pada Jumat senja (11/9/2020) sekitar pukul 18.10 Wib. Saat Arif dalam keadaan salat Maghrib berjamaah, Mahyudin secara tiba-tiba masuk ke masjid.

Ia mendatangi Muhammad Arif yang sedang melafalkan ayat-ayat saat sedang bermunajat ke pada Allah. Tanpa pikir panjang Mahyudin mengayunkan parang telanjang yang sengaja dibawanya.

Baca Juga:  Anggaran Miliaran DPRD Sumsel Dikecam, Yansuri Pastikan Batal

Parang itu segera diarahkan ke leher. Prak, prak,..Mahyudin pun membacok dua kali ke kepala dan bawah telinga kanan korban.

Muhammad Arif pun tergelimpang mendapat dua bacokan tersebut. Dari dua lukanya yang menganga, muncrat darah segar yang membasahi ruang salat masjid itu.

Yang jadi pertanyaan, mengapa Mahyudin tega menganiaya ketua masjid tersebut?

Dari hasil pelacakan, sebelumnya Mahyudin sakit hati atas kebijakan yang diberlakukan Arif terhadap dirinya.

Menurut Abu Nawas (34) dan Nurhasana (55), sebelum kejadian, korban menyuruh pelaku untuk menyerahkan kunci kotak amal ke pada bendahara masjid.

Kedua saksi tidak mengetahui secara pasti, mengapa Muhammad Arif menyuruh Mahyudin agar menyerahkan kunci kotak amal tersebut ke pada bendahara masjid.

Baca Juga:  Siap-siap Pembuang Sampah Sembarangan di Palembang Ditindak!

“Bisa jadi dia sakit hati ketika disuruh menyerahkan kunci ke bendahara masjid. Maka terjadilah penganiayaan itu,” ujar Abunawas.

Setelah melakukan dua kali pembacokan ke kepala korban, Mahyudin segera meninggalkan korban yang tergeletak bersimbah darah.

Para jemaah kaget setengah mati. Salat pun terhenti. Mereka segera memburu ke aarah tubuh Arif yang tergeletak madi darah. Sedang beberapa jemaah lainnya mengejar pelaku.

Setelah diketahui bersembunyi di rumah tetangga, Muahyudin dibekuk polisi. Para sepanjang sekitar 60 sentimeter itu pun disita sebagai barang bukti. (*)

Laporan Adeni/Abv
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah
Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan Mendirikan Perusahaan Pers Adalah HAM
Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship
Skandal Razia Liar Dishub Palembang: 19 Oknum Petugas Terancam Sanksi Berat
Hari Pendidikan Nasional: Negara Jangan Lari dari Kewajiban
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Masa Bakti Diperpanjang
Sidang Praperadilan Narkotika di Palembang Disorot: Kuasa Hukum Ungkap Surat Penahanan Cacat Formil
Kejati Sumsel Kembali Ganyang Aset PT KMM, Mesin Bathcing Plant Disita

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:59 WIB

Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:43 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan Mendirikan Perusahaan Pers Adalah HAM

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:24 WIB

Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:08 WIB

Skandal Razia Liar Dishub Palembang: 19 Oknum Petugas Terancam Sanksi Berat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:31 WIB

Hari Pendidikan Nasional: Negara Jangan Lari dari Kewajiban

Berita Terbaru