Seniman Curigai Keberangkatan 200 Peserta ke JKPI Banjarmasin

- Jurnalis

Senin, 23 September 2024 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajang Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Award di Banjarmasin

Ajang Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Award di Banjarmasin

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kunjungan 200 peserta Dinas Kebudayaan Kota Palembang ke acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Award di Banjarmasin, menjadi bahan kritikan seniman dan budayawan yang tergabung dalam Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS).

Sebab saat menjelang keberangkatan beberapa hari lalu, DKSS mengajukan permohonan agar seniman dan budayawan disertakan dalam kegiatan itu. Namun pihak Disbud Kota Palembang menyatakan tidak memiliki anggaran untuk membiayai keberangkatan seniman dari Dewan Kesenian Kota Palembang (DKP) dan Dewan Kesenian Sumatera Selatan.

“Buktinya, setelah rombongan Disbud Kota Palembang menuju ke Banjarmasin, ada 200 peserta yang dibawa ke sana,” ujar seniman Kemas Ryan dari DKP.

Menurut Ryan, soal tanggung jawab pengembangan seni dan budaya daerah, sepenuhnya berada di tangan seniman dan budayawan.

“Itu tanggung jawab seniman, lho. Tapi ketika ada acara menyangkut sosial budaya, kok seniman kita hanya menjadi penonton. Ini benar-benar tak masuk akal,” tegasnya.

Baca Juga:  Palembang Gandeng University of Colorado Perkuat Implementasi Pendidikan Inklusif

Dari persepsi seniman DKP dan DKSS, 200 peserta yang diajak Disbud Kota Palembang, terdiri dari pegawai dan orang-orang dekat dengan pihak dinas. Karena itu secara diam-diam mereka pergi ke Banjarmasin tanpa diketahui para seniman dan budayawan Kota Palembang. “Ini sangat mencurigakan kami,” tukasnya.

Sementara itu, pengamat sosial budaya Sumatera Selatan Dr Tarech Rasyid MSi, mengatakan sikap diam-diam seperti itu sudah biasa dilakukan sejak zaman Orde Baru.

Sebab, katanya, dalam kepergian ke Banjarmasin terkait JKPI, dikhawatikan ada hal-hal yang disembunyikan sehingga tidak diketahui besaran anggaran yang digunakan.

“Saya menilai ini sikap yang tidak transparan. Seharusnya, persoalan menyangkut seni dan budaya, itu tanggung jawab seniman. Kok acara yang terkait budaya para seniman dan budayawan tidak dilibatkan. Wah, kacau. Saya curiga,” kata Tarech.

Baca Juga:  19 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Kadis Pariwisata Definitif--Kadishub Beralih "Kursi Kosong"

Seniman teater dan mantan rektor Universitas IBA Palembang itu menilai, ada hal-hal yang perlu dijelaskan dengan penggunaan anggaran yang tidak melibatkan pihak-pihak yang berkompeten (seniman dan budayawan).

Jika perilaku tidak transparan itu terus dilakukan sejak zaman Orba dulu, kata Tarech, masyarakat akan mencurigai kebijakan penggunaan anggaran tersebut.

Menurut Tarech, sudah waktunya pemerintah terbuka dalam penggunaan anggaran bagi 200 orang yang ikut ke acara JKPI Award di Banjarmasin.

Sementara para seniman dan budayawan kota ini, hanya menjadi penonton ketika 200 orang dalam rombongan ke JKPI Award berangkat, apakah kebijakan seperti itu tidak mencurigakan?

“Ini yang perlu dijelaskan pihak berkompeten soal besaran anggaran yang membawa orang-orang tidak memahami seni dan budaya,” tegasnya. (*)

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Sosialisasi Perwali Soal Sampah 17/2026 hingga Terapan Sanksi bagi Pelanggar di Palembang
Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang
Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Perang Lawan Banjir Dimulai! Pemkot Palembang Siapkan Reward bagi Perekam Pelanggar
Warga hingga Wisatawan Antusias CFD, Jadi Agenda Mingguan
19 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Kadis Pariwisata Definitif–Kadishub Beralih “Kursi Kosong”
Dari Beban Jadi Energi: PSEL Keramasan Siap Revolusi Pengelolaan Sampah Palembang

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:26 WIB

Sosialisasi Perwali Soal Sampah 17/2026 hingga Terapan Sanksi bagi Pelanggar di Palembang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:58 WIB

Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:46 WIB

Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:26 WIB

Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:28 WIB

Perang Lawan Banjir Dimulai! Pemkot Palembang Siapkan Reward bagi Perekam Pelanggar

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB