Sekda Buka Sosialisasi Tabel Input Output 2016 Sumsel 2021

- Jurnalis

Jumat, 27 Agustus 2021 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plh Seretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan (Sumsel), H Akhmad Najib SH MHum membuka sosialisasi tabel input output 2016 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 secara virtual di Command Center Kantor, Jumat (27/8).

Plh Seretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan (Sumsel), H Akhmad Najib SH MHum membuka sosialisasi tabel input output 2016 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 secara virtual di Command Center Kantor, Jumat (27/8).

Pemprov dan BPS Sinergi Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Plh Seretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan (Sumsel), H Akhmad Najib SH MHum membuka sosialisasi tabel input output 2016 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 secara virtual di Command Center Kantor, Jumat (27/8).

Dalam arahnya saat membuka sosialisasi tabel input output 2016 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 dengan tema “Sinergi Sektor Ekonomi Dalam Pembangunan Wilayah”, Sekda Akhmad Najib mengatakan, sinergi merupakan alternatif pembangunan antar daerah yang paling menguntungkan dalam era otonomi daerah.

“Kita telah ada kesepakatan antar Gubernur se-Sumatera awal tahun 2020 lalu dengan ruang lingkup infrastruktur, pertanian, perdagangan, kelautan, dan perikanan, kehutanan serta pariwisata,” terangnya.

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selain itu, mengungkapkan, Pemprov Sumsel juga telah melakukan kerjasama dengan Provinsi Jawa Timur dalam bidang misi dagang dan investasi provinsi Jatim di Sumsel.

“Tabel input output tentu menjadi alat yang efektif untuk analisis dan penilaian perekonomian dalam suatu perencanaan pembangunan. Ini akan memberikan keuntungan dalam proses produksi,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Akhmad Najib, tabel input output akan memberikan manfaat untuk kegiatan perencanaan pembangunan maupun analisis. Dimana analisis ini digunakan sebagai alat untuk perencanaan ekonomi menentukan sektor yang strategis, sosialisasi tabel input output Provinsi Sumsel ini bertujuan untuk mendukung berbagai program pembangunan yang ada provinsi ini. “Tema yang kita angkat sinergi sektor ekonomi dalam pembangunan kewilayahan, dengan sinergi akan memberikan manfaat yang baik dalam sektor pembangunan Sumatera Selatan,” imbuhnya.

Baca Juga:  EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Tak hanya itu, BPS Sumsel turut berkontribusi melalui skema sinergi antar BPS dan Pemerintah Provinsi Sumsel. “BPS siap bersinergi dalam membangun Sumsel Maju untuk Semua,” tegasnya.

Kegiatan dihadiri Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik RI, M Habibullah, Pimpinan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumsel, Hari Widodo dan Guru Besar Ekonomi Fakultas Ekonomi Unsri, Prof Dr Bernadeta Robiani.

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru