Sejarawan: Perlindungan UU Kebudayaan Belum Diejawantahkan Jadi Perda ‘Langkah Strategis Capres Terhadap Kebudayaan’

Sejarawan Dr Dedi Irwanto MA
Sejarawan Dr Dedi Irwanto MA

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Sejarawan Dr Dedi Irwanto MA menilai pembangunan kebudayaan saat ini di Indonesia termasuk Sumatera Selatan [Sumsel], sudah berjalan baik, dengan dana abadi kebudayaan dalam bentuk program Indonesiana.

“Beberapa komunitas dan penggiat kebudayaan mendapat hibah pendanaan besar untuk mendukung fasilitasi kegiatan bidang kebudayaan. Termasuk dukungan institusional organisasi kebudayaan, pendayagunaan ruang publik kebudayaan, dokumentasi karya dan maestro budaya, kajian opk, serta beasiswa pelaku budaya,” ungkapnya dalam keterangan, Senin 5 Februari 2024.

banner 468x60

UU perlindungan kebudayaan ini, menurut Dedi, juga banyak ditujukan untuk berbagai pelestarian objek pemajuan kebudayaan [OPK]. Termasuk pembentukan dewan kebudayaan di tingkat provinsi, dewan kesenian, dan tim ahli cagar budaya [TACB].

“Namun dalam pengamatan saya berbagai gerak fasilitasi dan perlindungan budaya ini. Kadang tidak merata antar daerah. Salah satu contoh di provinsi Sumsel saat ini. UU pemajuan kebudayaan, belum diejawantahkan menjadi perda, sehingga sampai saat ini dewan kebudayaan yang diamanatkan oleh UU pemajuan kebudayaan tersebut tidak diwujudkan di Sumsel,” ujarnya.

Termasuk TACB di Sumsel dan kota Palembang yang mestinya mandiri dan independen, baik dari segi kerja maupun pendanaan masih dilekatkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata [Disbudar] Provinsi Sumsel dan Dinas Kebudayaan [Disbud] kota Palembang termasuk TACB Kabupaten dan kota di Sumsel .

“Sehingga TACB  harusnya maksimal mensertifikasikan situs dan gedung menjadi Benda Cagar Budaya [BCB] , kerjanya masih minimalis,” kata dosen Universitas Sriwijaya [Unsri] ini.

Untuk calon Presiden [Capres] yang ada saat ini, dia menjelaskan pemerataan pembangunan untuk pemajuan kebudayaan harus segera diambil langkah langkah strategisnya oleh para capres ini jika terpilih. Sehingga berbagai upaya pemajuan kebudayaan di berbagai pelosok negeri dapat dilaksanakan dengan baik. Termasuk di provinsi sumsel dan kota Palembang.

“Pembangunan budaya ini sangat penting. Karena tanpa pembangunan budaya apapun bentuk pembangunan fisik dan ekonomi akan selalu gagal,” jelasnya.

“Oleh karenanya, dalam debat malam ini yang berkenalan dengan tema budaya. Kita akan melihat siapa calon yang memihak pembangunan budaya. Paslon itulah yang harus dipilih oleh para penggiat budaya dan sejarah,” tambah dia. [AbV/red]