Rusia Sita Jutaan Jam Mewah Swiss

- Jurnalis

Selasa, 29 Maret 2022 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar pada kanal YouTube HobijamTV

Tangkapan layar pada kanal YouTube HobijamTV

WIDEAZONE.com | Jutaan jam tangan mewah Audemars Piguet buatan Swiss disita pejabat Rusia. 

Jam tangan tersebut disita dari toko oleh agen keamanan pada Selasa, karena diduga melanggar aturan bea cukai, seperti dilaporkan media Swiss. 

Dikutip dari laman Merdeka, Selasa [29/3/2022], penyitaan yang dilakukan berselang setelah Swiss meninggalkan sikap netralitas mereka dan bergabung dengan negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah invasinya ke Ukraina. 

Belum ada konfirmasi dari Swiss terkait laporan ini, seperti yang dilaporkan BBC, Selasa [29/3].

Namun, pemerintah sebelumnya mengatakan larangan ekspor barang mewah Swiss telah menyebabkan “ketidakpastian” bagi beberapa bisnis.

Baca Juga:  Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Harga jam tangan Audemars Piguet bisa mencapai lebih dari USD 921.000 atau Rp13,2 miliar. Perusahaan ini tidak menanggapi permintaan komentar dari BBC.

Menurut laporan harian NZZ am Sontag, jam tangan tersebut disita dari anak perusahaan Audemars Piguet di Moskow oleh agen yang bekerja untuk badan keamanan FSB Rusia.

Agen tersebut membenarkan tindakannya dengan mengklaim jam-jam tersebut melanggar aturan bea cukai ketika diimpor ke Rusia.

Setelah invasi ke Ukraina, Audemars Pigeut menghentikan operasionalnya di Rusia, dan situs webnya menyebutkan kedua butiknya di Moskow “ditutup sementara”.

Baca Juga:  Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Menurut pejabat perindustrian, Swiss mengekspor jam tangan senilai 260 juta franc Swiss atau sekitar Rp 4 triliun ke Rusia tahun lalu.

Pejabat Rusia dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan keinginannya menyita properti perusahaan asing untuk mengurangi kesepakatan bisnis mereka di Rusia.

Awal bulan ini, mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan UU baru akan mengizinkan Rusia menasionalisasi aset-aset perusahaan asing yang menarik diri dari negara itu. [wi/mdk]

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Berita Terbaru