banner 2560x598

banner 2560x598

Primordial HM Taufiq Kiemas dalam Kacamata Bagindo

  • Bagikan
Tokoh Paripurna HM Taufiq Kiemas. [Source: Republika]
Tokoh Paripurna HM Taufiq Kiemas. [Source: Republika]
banner 468x60

PENGAMAT Sosial dan Politik Bagindo Togar  menyebut mendiang HM Taufiq Kiemas merupakan tokoh Paripurna bagi kawan dan lawan politik yang cenderung menghargai kiprah dan kegigihan perjuangannya.

“Perbedaan terhadap lawan lawan politiknya sifatnya hanya kontekstual,” ujarnya memberi keterangan kepada Wideazone.com, Jumat [22/10].

Menurutnya, sosok HM Taufiq Kiemas selalu berharap, berbuat yang terbaik melakoni profesinya secara profesional.

Begitu banyak sekali kontribusi yang diberikan terhadap kemajuan, perkembangan Sumatera Selatan, baik secara materi, infrastruktur di antaranya bandara, tol Palindra, GOR JSC Jakabaring termasuk Masjid Raya Sriwijaya.

Saat menjabat sebagai Ketua IKA FISIP Universitas Sriwijaya [Unsri] periode 2013-2018, Bagindo menuturkan sebelum nama jalan disematkan dengan sebutan Noerdin Panji, kita sudah menyurati DPR, MPR, Gubernur Sumsel, DPRD Provinsi, Walikota hingga DPRD Palembang untuk menyematkan nama HM Taufiq Kiemas tapi ternyata nama tersebut dibatalkan oleh Pemerintah Sumsel saat itu.

“Di mana letak primordial? Sumsel kurang mampu mengapresiasi, menghargai jasa seseorang yang telah berbuat perubahan di bumi Sriwijaya, sedangkan daerah daerah lain seperti Sumatera Utara, Padang, Lampung, hingga masyarakat pulau Jawa mampu menghargai perjuangan beliau!” jelasnya.

Kak Taufik itu luar biasa membantu Sumsel ini, baik dari sudut infrastruktur pembangunan termasuk dengan Universitas Sriwiajaya, bantuannya kepada Unsri luar biasa. “Sebelumnya saya mohon maaf ya! Sumsel ini kurang bisa menghargai jasa kontribusi seseorang, apresiasi terhadap perjuangan akan keberadaan Sumsel ini,” ucapnya.

Apakah ada, ujar Bagindo, Unsri mengapresiasi terhadap jasa mendiang HM Taufiq Kiemas sebagai Dewan Pembina. Mendiang merupakan Sarjana Hukum Muda Unsri, namun penghargaan terhadap perjuangannya tidak ada. Misal aula rektorat disematkan nama mendiang tapi kembali lagi kepada sikap perguruan tinggi tersebut.

Banyak sekali tokoh tokoh Sumsel bangkit dari sedikit banyaknya sentuhan mendiang seperti Marzuki Ali, Hatta Rajasa, Tito Karnavian, Menteri Agama dan masih banyak lagi.

Sekarang, Bagindo menambahkan mampukah Sumsel menghargai perjuangan mendiang HM Taufik Kiemas dengan menyematkan namanya.

“Berani gak nama GOR Jakabaring diubah menjadi nama beliau? tegasnya.

Tokoh Paripuran lintas ideologi kawan dan lawan poltiknya menghargainya, lintas kelompok masyarakat, lintas golongan dia mampu membuat diferensiasi secara harmonis kalo orang kenal betul pak Taufiq luar biasa namun orang tak mengetahui itu sampai sampai nyawa pun dikorbankannya.

Namun hanya segelintir orang yang mengetahuinya.

Laporan Abror Vandozer

  • Bagikan

Respon (2)

  1. Semoga nama Gor Sriwijaya dirubah menjadi gor.H.taufik Kiemas .bin mayor H Cik.agus Kiemas SH.tokoh nasional putra muarenim/ Lahat .menjadi perhatian eksekutif yudikatif legislatif .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *