Presiden: RI Bakal Disebut Empat Besar Ekonomi Dunia

- Jurnalis

Senin, 25 November 2019 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo yakin di tahun 2045, Indonesia bakal disebut sebagai empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan USD 23.000-29.000 per tahun

Presiden Joko Widodo yakin di tahun 2045, Indonesia bakal disebut sebagai empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan USD 23.000-29.000 per tahun

WIDEAZONE.COM, BUSAN — Presiden Joko Widodo yakin di tahun 2045, Indonesia bakal disebut sebagai empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan USD 23.000-29.000 per tahun.

“Sekarang UMK kita baru mencapai Rp 2-3 juta perbulan. Nanti pendapatan kita akan mencapai Rp 27 juta. Ini lompatan besar sekali. Dan, nanti akan terjadi step-step besar, pekerjaan-pekerjaan besar di negara kita jika dilalui dengan tahapan besar jika tak terganggu turbulensi politik,” ujar Presiden Joko Widodo.

Jika stabilitas politik dan keamanan berjalan stabil dan seperti ini terus, maka harapan itu akan terwujud. “Insya Allah, hitungan-hitungan itu tidak meleset,” katanya

Terkait dengan sasaran itu, komitmen Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya satu per satu mulai dilaksanakan.

Setelah sebelumnya terfokus pada pembangunan infrastruktur lima tahun ke belakang, kini konsentrasi pemerintah terfokus bagi pembangunan sumber daya manusia untuk lima tahun berikutnya.

“Saat ini pemerintah mulai menata soal riset dan inovasi. Saya berharap setelah pembangunan SDM, pemerintah alan fokus bagi pengembangan riset dan inovasi yang kita lakukan secara besar-besaran,” ujar Presiden Joko Widodo saat bertemu para ilmuwan dari Indonesia yang ada di Korea Selatan.

Baca Juga:  Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Pertemuan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan para ilmuwan dari Indonesia yang ada di Korea Selatan
Pertemuan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan para ilmuwan dari Indonesia yang ada di Korea Selatan

 

Saat ini, kata Presiden, dirinya akan fokus untuk bekerja yang gampang dikontrol dan diawasi. “Jadi kita tidak ingin pikiran kita itu kita konsentrasikan untuk semuanya, tap enggak ada hasil untuk semuanya,” ujar Kepala Negara, di Hotel Lotte Busan, Senin (25/11/2019).

Di ibu kota baru nanti, di samping cluster pemerintahan dan cluster pendidikan yang memuat universitas-universitas kelas dunia, Preaiden ingin merancang cluster besar untuk riset dan inovasi.

“Saya tidak tahu, ada berapa puluh ribu perisetnya nanti. Tapi saya ingin gede banget. Karena lahan di ibukota baru sudah kita siapkan. Jadi kalau sudah masuk ke sana memang harus dibelokkan. Kalau dulu anggaranya banyak ke infrastruktur, sekarang mulai kita geser ke riset dan inovasi,” kata Presiden.

Terkait dengan riset dan inovasi, Presiden menjelaskan bahwa Indinesia mulai bertransformasi. Di bidang energi, misalnya, penggunaan B20 yang tak lama lagi akan menjadi B30, berhasil mengurangi impor bahan bakar.

Baca Juga:  PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Selian itu, Presiden ingin agar Indonesia tidak lagi mengekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah.

“Di negara kita memang terlalu banyak barang-barang yang bisa diubah dari sebelumnya diekspor sebagai barang mentah. Barang-barang itu jadi setengah jadi. Itu strategi bisnis negara jadi ada added value. Ada nilai tambah yang sangat bermanfaat bagi rakyat. “Kita harus optimis itu bIsa dikerjakan dengan baik,”katanya.

Turut mendapingi Presiden Joko Widodo antara lain, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Meko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. (abror vandozer/anto narsoma/rel)

Berita Terkait

PLN UID S2JB Perluas Jangkauan Kelistrikan Sasar Sungai Jeruju OKI
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah
Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah
PLN Gercep Perkuat Tegangan Listrik bagi Warga Kenten Laut
PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia
PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 23:45 WIB

PLN UID S2JB Perluas Jangkauan Kelistrikan Sasar Sungai Jeruju OKI

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:13 WIB

Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Rabu, 29 April 2026 - 13:10 WIB

Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah

Berita Terbaru