Prahara di Pulau Maspari: Kidung Selat Malaka

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 8: Prahara di Pulau Maspari: Kidung Selat Malaka

BAB 8: Prahara di Pulau Maspari: Kidung Selat Malaka

Shi Daniang memandang ke arah langit-langit. Ia berusaha mengingat-ingat kembali sosok yang membuatnya gemetar bercampur kagum di waktu kecil. “Beliau orang yang gagah dan perkasa. Meski memiliki jabatan tinggi, tetapi ia sangat ramah kepada semua orang. Ia juga pandai menghormati orang lain tanpa memandang kedudukan dan jabatan.” Prahara di Pulau Maspari | 98 Perempuan berhidung mancung itu kembali menatap Jaka Samudera. Kali ini disertai senyuman tipis dari sepasang bibirnya yang merona warna merah delima.

“Laksamana Cheng Ho adalah seorang kasim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle, kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao. Kata A Pa, ia berasal dari provinsi Yunnan.” “Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, beliau ditangkap kemudian dijadikan seorang kasim. Ia adalah keturunan suku Hui, suku yang secara fisik mirip dengan suku Han tetapi telah memeluk agama Islam.”

Baca Juga:  Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jaka Samudera hampir tersedak mendengar penjelasan ibu angkatnya. Ia buru-buru menuangkan air jahe ke dalam cangkir, lalu meminumnya dalam tiga kali tegukan. “Sang Laksamana seorang muslim?” Shi Daniang kembali tersenyum. Kepalanya mengangguk dengan gerakan yang anggun. “Iya, beliau seorang muslim. Dalam tujuh kali pelayarannya ke Nusantara, beliau singgah di Swarnadipa, Palembang serta Jawadwipa dengan meninggalkan banyak jejak keislamannya.”

“Bagaimana perasaan biyung ketika berjumpa dengan sang Laksamana?” Jaka Samudera mencecar dengan pertanyaan yang jauh lebih mendalam. “Biyung tidak bisa berkata apa-apa saat pertama berjumpa. Pedang yang tergantung dipinggang Sang Laksamana dan beberapa perwira yang berpakaian lengkap di dekatnya, membuat lidah dan kaki biyung begitu berat untuk sekedar terangkat.” Prahara di Pulau Maspari | 99 Nyai Ageng Pinatih menggeleng-geleng kecil.

Secuil senyuman getir yang terlintas di wajahnya menggambarkan penyesalan melewati begitu saja momen yang tidak akan bisa terulang lagi seumur hidupnya. Nyai Ageng Pinatih lalu menceritakan rasa takutnya untuk mendekat atau sekedar menyapa sang laksamana di saat itu meski sang ayah sudah meminta dan mendorongnya untuk menghampiri. Sikapnya saat itu sangat berbeda dengan Ban Ci dan Ji Sun. Kedua adiknya itu tanpa ragu-ragu sedikitpun mendekat dan memeluk erat Laksamana Cheng Ho. “Jadi biyung hanya diam saja saat bertemu dengannya?”

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Jaka Samudera mengangkat alis kirinya. Suara ketukan jari telunjuk kanan Jaka Samudera terdengar pelan dari cangkir tanah liat. Matanya tidak berkedip memandangi ibu angkatnya. Ia semakin dibuat penasaran dengan sosok sang Laksamana. Suara derit serangga malam terdengar sayup-sayup dari halaman rumah. Sapuan angin berpadu dengan cahaya bulan membuat dedaunan di atas dahan seolah sedang mengiringi tarian sinar sang dewi malam di atas perkampungan di sebelah barat pantai Gresik. ***

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB