banner 2560x598

banner 2560x598

PLTU Sumsel 8 Selesai Maret 2022, Kurangi Emisi dengan CaCO3

  • Bagikan
PEMBANGKIT Listrik Tenaga Uap Sumatera Selatan [PLTUSumsel] 8 di Tanjung Lalang, Tanjung Agung, Muara Enim, Sumsel ditargetkan pembangunannya selesai di Maret 2022 mendatang.
PEMBANGKIT Listrik Tenaga Uap Sumatera Selatan [PLTUSumsel] 8 di Tanjung Lalang, Tanjung Agung, Muara Enim, Sumsel ditargetkan pembangunannya selesai di Maret 2022 mendatang.
banner 468x60

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Uap Sumatera Selatan [PLTUSumsel] 8 di Tanjung Lalang, Tanjung Agung, Muara Enim, Sumsel ditargetkan pembangunannya selesai di Maret 2022 mendatang. 

Pembangunan PLTU yang memiliki kapasitas 2X660 Mega Watt [MW] telah mencapai progres 92,84 persen. 

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan kami baru saja menerima laporan progresnya [pembangunan] 92 persen.

“Semoga lancar sesuai target dan dapat bermanfaat khusus ya bagi masyarakat sekitar, menguatkan sistem kelistrikan Sumatera,” ungkap Agung saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa [16/11].

Sementara, Upaya mendukung pencapaian net zero emission, Gusti Anggara Deputi GM Huadian Bukit Asam Power [HBAP], konsorsium pelaksana proyek PLTU Sumsel 8, menuturkan pembangkit tersebut memakai teknologi ramah lingkungan yaitu super critical. 

“Hal itu dilakukan untuk menekan emosi gas buangnya, PLTU Sumsel 8 juga menerapkan teknologi flue gas desulfurization [FGD] yang digunakan untuk meminimalkan sulfur dioksida dari emisi gas buang pembangkit listrik berbahan bakar fosil batubara,” tuturnya ditemui di lokasi Proyek, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Selasa [23/11].

Dikatakan Gusti, FGD merupakan proses pencampuran emisi gas hasil pembakaran batubara dengan zat pengikat berupa kapur basah [CaCO3] agar kandungan sulfur dioksida yang dilepaskan ke atmosfer menjadi rendah.

Untuk diketahui, PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35 ribu MW. Pembangkit ini dibangun PTBA melalui PT HBAP sebagai pengembang listrik [Independent Power Producer/ IPP]. 

PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. “Proyek PLTU ini nantinya membutuhkan sekitar 5 juta ton batu bara per tahunnya yang disuplai dari IUP Bangko, di wilayah tambang PTBA Tanjung Enim,” pungkas Gusti. [Abr/Mr]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *