KOMITMEN pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Semendo untuk memerangi tindak pencurian dan kekerasan di wilayah hukumnya diwujudkan terhadap dua pencuri pipa PT Pertamina Geotermal Energi (PGE) WPS 4 Desa Penindayan Kecamatan Semende Darat Laut, Kabuaten Muaraenim.
WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Kehadiran Riyandi (25) dan Dika (25) dengan dua kendaraan satu unit truk Mitsubishi kuning BG 8189 EH dan mobil Grandmax hitam BG 9999 DF ke lokasi WPS 4 itu mencurigakan masyarakat setempat.
Kemudian aktivitas miring Riyandi dan Dika itu dilaporkan masyarakat ke Polsek Semendo. Apa yang dilakukan kedua orang itu?
Untuk mengetahui perkembangan apa yang dilakukan Riyandi dan Dika di kawasan WPS 4 tersebut, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Semendo mengerahkan timnya untuk melakukan pemantauan ke lokasi.
Sesampainya di lokasi, tim Reskrim Polsek Semendo mendapati empat orang yang berusaha mengangkut pipa yang dipotong-potong ke truk.

Petugas segera bergerak cepat. Mereka melakukan penangkapan. Selain Riyandi dan Dika yang tertengkap, dua orang lainnya berhasil kabur ke dalam hutan.
Pencurian pipa itu terjadi Sabtu (25/1/2020) sekitar pukul 20.00 Wib. Riyandi dan Dika dibekuk bersama barang bukti tangkapan berupa satu unit truk dan mobil grandmax beserta potongan pipa sebanyak 20 batang yang berdiameter 6 inci.
“Selain itu kita juga mengamankan seperangkat tambung gas dan alat las pipa,” ujar Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono SH SIK MH melalui Kapolsek Semendo AKP Feri Firdayanto SE ke pada Wideazone.com dan ZoomPost.
Sebelum penangkapan, polisi mendapat laporan masyarakat bahwa ada empat orang yang melakukan aktivitas pencurian pada Minggu (26/1/2020) sekitar pukul 20.30 Wib.
Menurut Kapolsek, pipa-pipa itu dipotong berukuran dua meter. Kemudian pipa pipa itu dimuat di dalam bak truk dan sisanya mash berada di lokasi kejadian.
“Dua dari empat pelaku itu kita tangkap dan dua lainnya kabur. Saat ini kedua orang yang belum tertangkap itu masih diburu petugas kita,” ujar Feri.
Atas pencurian itu, pihak Pertamina Geotermal Energi Lumut Balai mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta. (*)
Laporan Alamsyah
Editor Anto Narasoma



















