Penerimaan Pajak 2018 DJP Sumsel dan Kep Babel Capai Rp15 Miliar

- Jurnalis

Selasa, 8 Januari 2019 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM – PALEMBANG, Penerimaan Pajak Tahun 2018 Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung sampai  akhir Tahun 2018, mencapai realisasi penerimaan bruto sebesar Rp 15 .125,57 Milyar dengan capaian brutonya sebesar 94,2 I% dari total target sebesar Rp 16,054,64 Milyar dan pertumbuhan sebesar 8.8% dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 13.906, I8 Milyar.

Secara Nasional Penerimaan Pajak Bruto mencapai Rp.I,427,6 Triliun atau 100,25% dari total target sebesar Rp 1,424 Triliun dengan pertumbuhan sebesar 13,10% dibanding tahun lalu.

Iman Arifin Kepala DJP Sumatera Selatan dan Kep Bangka Belitung menjelaskan, berdasarkan jenis pajaknya penerimaan bruto sebesar RpI5.125,57 Milyar pada tahun 2018 terdiri dari  Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas sebesar Rp 7.682,15Milyar dimana bila dibandingkan tahun sebelumnya turnbuh sebesar 17,60% dengan capaian 88,09% dari target sebesar 8.721,21 Milyar, Pajak Pertarnbahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 5.579,46 Milyar dirnana bila dibandingkan tahun turnbuh positif sebesar 0,07%. Adapun capaiannya adalah 108,33% dari target sebesar 5.150,26 Milyar.

Selain itu serapan pajak juga berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB P3) sebesar Rp 1.683,75 Milyar naik sebesar 4,34% dengan capaian 135,69% dari target sebesar Rpl.240,86 Milyar dan Pajak Lainnya sebesar Rp 156,96 Milyar dengan capaian 104,85% dari target sebesar Rp 149,69 Milyar.”5 (Iirna) Sektor unggulan penentu penerimaan Kanwil DJP Surnsel dan Kep Babel adalah sebagai berikut Perdagangan Besar, Eceran dan Reparasi terealisasi sebesar Rp3.209,64 Milyar atau tumbuh sebesar 1 1,2% dari periode yang sarna tahun lalu, Industri Pengolahan terealisasi sebesar Rp2.253,56 Milyar atau tumbuh sebesar 14,1 % dari periode yang sama tahun lalu,  Pertambangan dan Penggalian terealisasi sebesar Rp1.542,65 Milyar atau tumbuh sebesar 6,5% dari periode yang sarna tahun lalu, Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial terealisasi sebesar Rpl.346,58 Milyar atau tumbuh sebesar 4,7% dari periode yang sama tahun lalu,  Konstruksi terealisasi sebesar Rp 1.178,01 Milyar atau tumbuh sebesar 0,3% dari periode yang sarna tahun lalu dan lain-lain terealisasi sebesar RpS.S9S, 13 Milyar atau tumbuh sebesar 8,9% dari periode yang sama tahun lalu,”katanya lagi.

Baca Juga:  Kepala Cabang Tirta Bertuah Kenten Laut Terancam Dicopot di Tengah Gelombang Protes Air Bersih

Angka-angka ini bersifat sernentara karena masih akan terus bergerak seiring dengan hasil rekonsiliasi di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, Pernindahbukuan dan SPh Terirna, serta pengesahan pengesahaan Surat Perintah Membayar (SPM) di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang cut off-nya diperkirakan sampai dengan tanggal 10 Januari 2019. Angka akhir realisasi penerimaan pajak 2018 akan merujuk pada hasil rekonsiliasi dan audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

Baca Juga:  Berkah Ramadhan, PLN UP3 Lubuklinggau Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga Prasejahtera

Adapun upaya -upaya yang telah dilakukan se lama tahun 2018 dalam rangka pengamanan penerimaan adalah Membangun mutual trust dan meningkatkan pelayanan terhadap Wajib Pajak,  Melakukan Pengawasan Pembayaran Rutin terhadap Wajib Pajak Besar Penentu Penerimaan; Bersinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan melakukan kegiatan Join Program yang meliputi : Join Analisis, Join investigation dan Join Collection; Pengawasan Wajib Pajak Pasca Periode Pengampunan Pajak berupamenindak lanjuti atas Wajib Pajak yang memiliki harta namun tidak mengikuti Tax Amnesty ; Melakukan Law Enforcement terhadap Wajib Pajak Potensial yang tidak menjalankan kewajibannya dengan benar; Melakukan Penagihan Aktifterhadap Wajib Pajak yang punya utang pajak yang potehsial.

“Kita sudah memasuki awal tahun 2019, diharapkan penerimaan tahun ini akan dapat meningkat dari optimalisasi Sektor Perhutanan, Perkebunan, dan Pertambangan. Di tahun ini juga, masih banyak tugas yang harus diselesaikan dan tentu akan ada berbagai tantangan yang harus dihadapi dan tuntaskan bersama. Sejumlah perbaikan akan terus disempurnakan dan perluas di berbagai lini. Oleh karenanya, diharapkan dukungan dan kontribusi aktif dari sernua pihak,” tandasnya. (Ofie)

Berita Terkait

PLN UP3 Palembang Uji Kualitas AVR di Pabrikan
Pertaminan EP Zona 4 Torehkan Prestasi Gemilang
PLN Perkuat K3 Demi Listrik Andal dan Aman bagi Masyarakat
Ratu Dewa bersama Herman Deru Launching CFN Atmo, Geliat Ekonomi Tumbuh
Transaksi CFN! Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel Langsung Discount
Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok
Dokter Puskesmas Rasuan Menang Grand Prize, Undian Pesirah BSB Dorong Ekonomi Lokal OKU Timur
Uji Coba CFD-CFN Palembang Sukses, Warga Antusias Dorong Geliat UMKM

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:58 WIB

PLN UP3 Palembang Uji Kualitas AVR di Pabrikan

Senin, 20 April 2026 - 16:22 WIB

Pertaminan EP Zona 4 Torehkan Prestasi Gemilang

Senin, 20 April 2026 - 06:58 WIB

PLN Perkuat K3 Demi Listrik Andal dan Aman bagi Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 04:06 WIB

Ratu Dewa bersama Herman Deru Launching CFN Atmo, Geliat Ekonomi Tumbuh

Minggu, 19 April 2026 - 03:47 WIB

Transaksi CFN! Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel Langsung Discount

Berita Terbaru

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Advertorial

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Selasa, 21 Apr 2026 - 11:58 WIB

PT PLN [Persero] Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan [UP3] Palembang melaksanakan Factory Acceptance Test [FAT] Automatic Voltage Regulator [AVR] di pabrikan trafo PT Symphos Electric sebagai langkah strategis menjaga kestabilan tegangan listrik, khususnya di wilayah Kabupaten Banyuasin yang memiliki tantangan tegangan rendah.

Ekobis

PLN UP3 Palembang Uji Kualitas AVR di Pabrikan

Selasa, 21 Apr 2026 - 10:58 WIB