Pemulihan Ekonomi Melalui Bisnis Digital

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2020 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nadhifa Maulidiya selaku pelaku UMKM menceritakan proses produksi dan distribusi produk UMKMnya yang berbeda akibat pandemi seperti membeli bahan baku, proses pemasaran, hingga pengiriman semua melalui media daring.

Nadhifa Maulidiya selaku pelaku UMKM menceritakan proses produksi dan distribusi produk UMKMnya yang berbeda akibat pandemi seperti membeli bahan baku, proses pemasaran, hingga pengiriman semua melalui media daring.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA – Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang sangat besar pada hampir semua sektor kehidupan.

Tidak hanya kesehatan, sektor ekonomi menjadi salah satu sektor paling terdampak dan tidak dapat berjalan normal seperti biasanya. Di sisi lain, COVID-19 juga memaksa masyarakat untuk mengurangi kontak fisik sebagai upaya untuk menekan penyebaran agar tidak semakin meluas.

Guna mengurangi kontak fisik dalam upaya menekan potensi penularan COVID-19 sekaligus menggerakkan roda ekonomi, bisnis digital menjadi salah satu solusi, tentunya dengan tetap menyesuaikan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru.

CEO Investor Muda, Jason Gozali menekankan pentingnya promosi bisnis di masa pandemi dengan menguasai digital marketing dan media sosial.

Jason juga memberikan apresiasi kepada pemerintah akan usahanya untuk membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) di masa pandemi yang membuat gerakan bernama “Bangga Buatan Indonesia”, sebuah gerakan yang menjangkau ribuan UMKM untuk masuk ke seragam platform marketplace yang ada di Indonesia.

“Promosi tidak boleh konvensional seperti era sebelum COVID-19, promosinya harus unconventional sekarang,” ujar Jason pada dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta (4/7).

Baca Juga:  PLN UID S2JB Sabet Platinum Nusantara CSR Awards 2026, Electrifying Agriculture Dongkrak Ekonomi Petani

Pada kesempatan yang sama, Nadhifa Maulidiya selaku pelaku UMKM menceritakan proses produksi dan distribusi produk UMKMnya yang berbeda akibat pandemi seperti membeli bahan baku, proses pemasaran, hingga pengiriman semua melalui media daring.

“Dari mulai saya membeli bahan baku itu di online shop, lalu saya olah dan memasarkannya melalui media sosial, untuk pengirimannya melalui ojek online, jadi semua kegiatan bisa dilakukan di rumah”, tambah Nadhifa.

Dalam mencari modal, baik Nadhifa maupun Jason memiliki cara yang berbeda untuk mendapatkannya. Nadhifa memilih uang tabungan untuk dijadikan modal, sedangkan Jason mengatakan beragam jalur untuk mendapatkan modal.

“Cara nomor satu, buat bussiness plan yang bagus lalu coba submit siapa tau ada investor. Sebagai opsi, kita bisa juga pinjam ke keluarga atau teman, kalau bank mungkin agak susah,” ungkap Jason.

Untuk mempromosikan sebuah produk agar mampu bersaing dengan produk lain, Jason berbagi tips yang salah satunya adalah dengan menambahkan value atau nilai dari produk yang kita miliki agar tidak menjadi komoditas, sehingga yang dipromosikan dan dijual tidak hanya produknya namun nilai lebih diluar produk tersebut.

Baca Juga:  PLN Perkuat K3 Demi Listrik Andal dan Aman bagi Masyarakat

Seiring dengan pernyataan Jason sebelumnya, Nadhifa sependapat dengan adanya value atau nilai lebih dari sebuah produk, Nadhifa pun mengaplikasikan value atau nilai tambah tersebut pada produk UMKM-nya.

“Tentunya value produk bukan hanya akan membawa keuntungan sementara, tapi juga jangka panjang dan mampu menjadi ciri khas yang berbeda. Penting sekali untuk menambahkan value dalam setiap produk yang kita hasilkan,” tambah Nadhifa.

Jason turut mengajak masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki untuk tetap dapat berkarya pada masa pandemi.

“Semua orang pasti punya talenta, semua orang pasti punya bakat, semua orang pasti punya kelebihan, sekaranglah waktunya buat ngembangin bakat terlebih saat kita lagi Work From Home. Jadi lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi diri dan mengembangkan ide-ide yang dimiliki”, tutup Jason. (Ril BNPB/Abror Vandozer)

Berita Terkait

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx
PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar
PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat
Gubernur Herman Deru Dukung FESyar Regional Sumatera 2026 untuk Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah
Wagub Cik Ujang Dorong Peluang Investasi Sumsel dalam Forum Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok–Indonesia
Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah
Bank Sumsel Babel Percepat Digitalisasi Transaksi dan Layanan Publik

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:28 WIB

PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:34 WIB

PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:32 WIB

PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:25 WIB

Gubernur Herman Deru Dukung FESyar Regional Sumatera 2026 untuk Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:07 WIB

Wagub Cik Ujang Dorong Peluang Investasi Sumsel dalam Forum Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok–Indonesia

Berita Terbaru

Akademisi Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang, Dr Dadang Apriyanto SH MH

Headlines

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:18 WIB