Pemprov Sumsel Sulap Sawah Lebak Jadi Sawah Irigasi Teknis

- Jurnalis

Kamis, 15 Juli 2021 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatangan MoU dilakukan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel R Bambang Pramono dengan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji dan sejumlah petinggi Kodam II Sriwijaya tersebut dan disaksikan langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Penandatangan MoU dilakukan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel R Bambang Pramono dengan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji dan sejumlah petinggi Kodam II Sriwijaya tersebut dan disaksikan langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru.

MoU Dengan Kodam II Sriwijaya

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dan Kodam II Sriwijaya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait pertanian.

Penandatangan MoU dilakukan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel R Bambang Pramono dengan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji dan sejumlah petinggi Kodam II Sriwijaya tersebut dan disaksikan langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Diketahui, kerjasama tersebut merupakan muara setelah ditetapkannya Sumsel menjadi salah satu daerah penyanggah ketahanan pangan nasional oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Dimana saat ini, Sumsel dipercaya pemerintah pusat mengelola sejumlah anggaran untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengelolaan lahan.

“Ini konsekuensi dari food estate yang kita lakukan beberapa waktu lalu. Dengan pengelolaan ini, target kita yakni peningkatan produktivitas pangan,” kata Herman Deru, usai penandatanganan MoU yang digelar di Auditorium Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Kamis (15/7).

Dia mengatakan, dipercayanya Sumsel oleh pemerintah pusat salah satunya karena rekam jejak Sumsel yang baik di sektor pertanian. “Keseriusan baik dari Pemprov, kabupaten/kota  dan pihak lainnya dalam mengelola pertanian ini membuat Sumsel dipercaya mengelola anggaran untuk peningkatan produktivitas pangan ini. Di Indonesia ini, hanya ada dua provinsi yang dipercaya,” katanya.

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Pengelolaan lahan tersebut yakni peningkatan sawah lebak dan sawah pasang surut menjadi sawah irigasi teknis. “Ketahanan negara terlihat dari ketahanan pangan. Sebab itu TNI dilibatkan agar lebih efektifitas dalam mencapai target. Apalagi TNI juga dinilai disiplin dalam segala hal,” tuturnya.

Keterlibatan TNI sendiri, jelas Deru, tidak hanya sebatas pekerjaan konstruksi, namun juga dalam administrasi. “Luas lahan baku sawah ini juga harus sinkron dengan data BPN/ATR. Saya harap TNI juga berperan sehingga upaya dalam peningkatan produksi pangan ini dapat mencapai target yang diinginkan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, lahan yang akan dilakukan pengelolaan merupakan lahan pertanian di lima kabupaten, seperti Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU Timur, Banyuasin, OKU Selatan. “Daerah itu merupakan sebaran kick off pertanian. Kita segera bergerak,” tegasnya.

Baca Juga:  CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Melalui upaya ini, dia menargetkan, produksi beras di Sumsel dapat mencapai 5 juta ton dan Sumsel bisa menduduki tiga besar penghasil beras di Indonesia. “Jika sebelumnya 2,7 juta ton beras, dengan ini kita menargetkan mencapai 5 juta ton. Dari posisi lima besar, mudah-mudahan kita bisa naik ke tiga besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji mengatakan, semua anggota TNI mulai dari Kodam, Korem, Kodim akan dilibatkan dalam pengelolaan lahan tersebut. “Mekanismenya kita membantu dalam hal teknis dan operasional. Kita akan pelajari permasalahan di lapangan sehingga dapat mencapai target,” katanya.

Dia memastikan, pada Desember 2021 mendatang pengelolaan konstruksi tersebut dapat rampung dikerjakan. “Target kita tidak lintas tahun. Artinya Desember harus selesai. Termasuk juga sinkronisasi data. Kita akan melakukan pembukaan lahan, irigasi dan lainnya,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru