Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Waspada Hadapi Omicron

- Jurnalis

Jumat, 18 Februari 2022 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian [Menko Ekon] Airlangga Hartarto, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna [SKP] yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu [16/02/2022], [Foto: Humas Setkab/Jay]

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian [Menko Ekon] Airlangga Hartarto, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna [SKP] yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu [16/02/2022], [Foto: Humas Setkab/Jay]

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Jumlah kasus konfirmasi harian gelombang Omicron di Indonesia telah melewati puncak kasus konfirmasi harian pada gelombang Delta tahun lalu.

Masyarakat diminta tetap waspada dalam menghadapi varian Omicron yang masih merebak saat ini. 

“Pemerintah berharap bahwa masyarakat untuk terus waspada dalam menjaga, agar transmisinya tidak terlalu meningkat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian [Menko Ekon] Airlangga Hartarto, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna [SKP] yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu [16/02/2022].

Dkutip dari laman Setkab, Jumat [18/2] Airlangga menambahkan, meskipun kasus konfirmasi meningkat tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate [BOR] masih relatif terkendali.

Baca Juga:  Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

“Berdasarkan situasi yang membedakan kasus Delta dan Omicron ini, tingkat BOR saat ini masih di angka yang 33,41 persen. Jadi ini membedakan dengan kasus Delta yang lalu,” ujarnya.

Pemerintah, jelas Menko Perekonomian, akan terus menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PPKM] di setiap daerah untuk mengendalikan pandemi di tanah air. Pemerintah juga berharap agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga:  Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

“Beberapa daerah sudah dikenakan level PPKM terutama sekarang di episentrumnya di Jakarta, kemudian bergeser ke Jawa Barat, dan tentu dalam 2-3 minggu ke depan bisa ke luar Jawa,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan pelayanan telemedisin untuk melayani pasien COVID-19 yang sedang menjalankan isolasi mandiri [isoman] di rumah.

“Pemerintah juga sudah mendorong dengan pelayanan telemedisin dan ketersediaan obat, sehingga tentu bagi yang tanpa gejala maupun yang gejala ringan itu untuk dirawat isolasi mandiri di rumah atau kalau tidak memadai di isolasi terpusat,” tandasnya.[[red].

Berita Terkait

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Berita Terbaru