Pembangunan PLTU Sumsel 8 Tuai Protes Keras !! Perparah Kerusakan Lingkungan hingga Desakan Copot Dirut PTBA

- Jurnalis

Minggu, 10 November 2024 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakor gelar aksi demonstarsi di Kantor PT Bukit Asam Tbk di Jalan KH Dahlan nomor 80 Palembang, Jumat 8 November 2024.

Jakor gelar aksi demonstarsi di Kantor PT Bukit Asam Tbk di Jalan KH Dahlan nomor 80 Palembang, Jumat 8 November 2024.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap [PLTU] Sumsel 8 melaui anak perusahaan PT Bukit Asam Tbk, PT Huadian Bukit Asam Power [HBAP] menuai protes keras dari puluhan massa Jaringan Anti Korupsi [Jakor].

“Tentunya, pembangunan tersebut berdampak negatif bagi lingkungan di antaranya polusi udara, emisi dan gas rumah kaya, getaran mesin, radiasi suara bising yang dihasilkan dari kipas pendingin berkapasitas besar hingga limbah batu bara sisa bakar utama mesin PLTU,” ungkap Koordinator Aksi [Korak] Jakor, Fadrianto dengan lantang saat aksi demonstarasi di Kantor PT Bukit Asam di Jalan KH Dahlan nomor 80J Palembang, Jumat 8 November 2024.

Fadrianto menyebutkan bahwa pembanguan PLTU Sumsel 8 oleh anak perusahaaan PTHBAP berkapasitas [2×260 megawatt/MW] dengan menelan biaya 1,68 miliar dolar AS atau berkisar Rp25 trliun dan akan di-takeover oleh Bank Mandiri senilai 1,27 dolar AS atau Rp20 triliun. “Jumlah tersebut, merupakan kredit diambil alih Bank Mandiri dari The Export-Import Bank of China [CEXIM],” sebutnya.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Fadrianto menduga jumlah kebutuhan batu bara bagi pembangkit ini sebesar 5,4 juta ton pertahun.

“Padahal pembangunan dan pengoperasian PLTU dengan menggunakan batu bara telah disepakati negara-negara G7, hanya berlaku dari 2023-2035, sebab PLTU akan memperparah kehidupan di bumi,” ketusnya dalam orasi.

Selain itu, Fadrianto mensinyalir ada unsur mengandung KKN pada pekerjaan PLTU MT Sumsel 8 di Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim dengan potensi lebih bayar Rp16,1 miliar [16.135.402.885,54 ] kontrak Pengadaan GITET 500 kV Muara Enim.

Baca Juga:  MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Jakor dalam hal ini, ujar Fadrianto mendesak untuk segera mencopot Direktur Utama [Dirut] PT Bukit Asam, meminta Penjabat Gubernur Sumsel menghentikan pembangunan dan operasional PLTU Sumsel 8.

“Selain itu, Jakor juga mendesak Penjabat Gubernur Sumsel agar Bank Mandiri tidak memberikan kredit pada PT Bukit Asam melalui anak perusahaan PTHBAP dengan nilai Rp20 triliun bagi PLTU Sumsel 8,” jelasnya.

“Hentikan rencana pemgoperasian PLTU Sumsel 8,” tukas dia. [Abror Vamdozer]

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Senin, 14 September 2026 - 11:42 WIB

Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB