Pekan Adat 2020 Buka Wawasan Anak Muda

- Jurnalis

Selasa, 17 November 2020 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADAT merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Karena itu Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru berharap agar generasi muda dapat melestarikannya.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Dalam kegiatan pekan adat yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, 12-17 November 2020, harus digelar secara rutin setiap tahun.

Hal itu disampaikan Herman Deru, saat membuka Pekanbaru Adat 2020 di objek wisata sejarah Bukit Siguntang, Kamis (12/11/2020).

“Kegiatan pekan adat seperti ini sangat menarik. Saya sangat bangga kita dapat melaksanakannya.. Karena itu saya minta agar pekan adat seperti ini dapat digelar setiap tahun, secara rutin,” ujar Deru saat membuka kegiatan itu di objek wisata sejarah Bukit Siguntang.

Dalam kegiatan pekan adat tahun 2020 itu, Herman Deru dibuat kagum adanya corak adat istiadat di Sumatera Selatan dari 17 kabupaten dan kota.

Pada acara pekan adat itu diawali dengan karnaval busana adat dari 17 kabupaten dan kota yang ada di Sumsel.

Baca Juga:  Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Pada acara pekan adat itu, Gubernur menyaksikan artraksi para pekukis yang menggoreskan kebolehan mereka di kanvas. Sembilan pelukis ini secara bersama menggoreskan kemampuan mereka melukis adat kebiasaan masyarakat yang bermuara dari sembilan sungai di Sumatera Selatan.

Kegiatan adat dan seni itu dilanjutkan dengan lomba melukis model pekan adat serta pergelaran tradisi lisan Sumsel hingga 16 November.

Sebelumnya, pada 14-15 November, panitia pekan adat menggelar lomba musikalisasi puisi dan lomba permainan rakyat. Saat menjelang penutupan acara pekan adat, peserta kegiatan berpartisipasi mengikuti pelatihan aksara ulu yang dilaksanakan 17 November.

Budayawan Sumsel yang sangat memahami aksara ulu, Rapanie Igama, mengatakan aksara ulu sangat penting dipahami masyarakat Sumatera Selatan.

Sebab aksara ini merupakan warisan tak benda nenek moyang setempat. “Saya berharap agar masyarakat Sumsel dapat memahami dan menguasai huruf ulu seperti huruf latin yang digunakan sehari-hari,” ujar Rapanie.

Baca Juga:  Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Seperti masyarakat Jawa, katanya, mereka dapat memahami huruf gedhrik yang dituliskan sehari-hari. Dari nama jalan serta penjelasan lainnya, ditulis dengan susunan ha na ca ra ka dan seterusnya. “Sedangkan hurup latin hanya untuk melengkapi tulisan huruf gedhrik tersebut,” ujar Rapanie, kemarin.

Terkait adat istiadat Sumsel, Herman Deru mengingatkan generasi muda agar lebih peduli terhadap budayanya sendiri.

Sebagai generasi muda, kata Deru, mereka perlu diingatkan agar jatidirinya sebagai masyarakat melayu, mampu memahami kekayaan keseniannya sendiri. Selain itu, pekan adat bisa membuka kesadaran generasi muda tentang budaya dan adat istiadatnya dalam bermasyarakat.

“Bahkan dengan digelarnya kegiatan ini, kita harapkan bisa meningkatkan rasa cinta generasa muda terhadap budaya Sumsel,” ujar Deru. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung
Semarak Pawai Budaya Naik Dango II, Pontianak Tampilkan Kekayaan Tradisi Dayak
Ritual Adat Ngampar Bide Buka Rangkaian Naik Dango Kedua Pontianak

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:15 WIB

Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:56 WIB

Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang

Berita Terbaru