banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Muba Persiapkan RDTR Kawasan Perkotaan Dua Kecamatan

  • Bagikan
Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi
Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi
banner 468x60

Sekda Apriyadi Buka KP Tahap Dua

WIDEAZONE.com, MUBA | Guna menjaga konsistensi dan keserasian pengembangan wilayah perencanaan sesuai dengan ruang tata dan ruang wilayah [RTRW] Kabupaten kota Musi Banyuasin.

Pemkab Muba dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wabup Beni Hernedi SIP gelar Konsultasi Publik [KP] tahap II Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang [RDTR] dan Peraturan Zona [PZ] Kawasan Perkotaan Bayung Lencir dan Babat Toman Kabupaten Muba.

Kegiatan konsultasi tahap II ini dibuka secara resmi oleh Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi dan dihadiri Asisten Bidang Pengembangan Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Drs Yusuf Amilin, kepala OPD di lingkungan Pemkab Muba dan tampak konsultan kecamatan Babat Toman Deny Lesmana dan Konsultan Kecamatan Bayung Lencir Obi, Rabu [13/10/2021] di ruang rapat Serasan Sekate Gedung Pemkab Muba.

Sekda Drs H Apriyadi MSi menerangkan Pemkab Muba saat ini tengah menyiapkan bahan untuk menjadi landasan spasial pembangunan melalui penyusunan RDTR sebagai dasar pemberian izin dan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang, serta dasar acuan pengembangan wilayah yang mempertimbangkan multi aspek.

“Apa yang dilakukan Pemkab Muba ini dilatarbelakangi PP nomor 24/2018 tentang Pelayanan perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik atau online single submission [OSS],” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah kabupaten/kota yang belum memiliki RDTR, dalam jangka waktu paling lama 6 bulan sejak PP ini diundangkan menetapkan RDTR.

Selanjutnya, berdasarkan Perda nomor 8/2016 tentang RTRW kabupaten Muba memerlukan secara detail untuk operasionalisasi pendataan dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Ini salah upaya Pemkab Muba untuk mewujudkan keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan, serta perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.

“Salah satu tujuan ini, untuk menyusun RDTR kawasan perkotaan Babat Toman kabupaten Muba yang berbasis pada pengembangan potensi kawasan sebagai upaya untuk mewujudkan tata tertib Tata Ruang,” jelasnya.

Seperti yang disampaikan konsultan, Babat Toman Deny Lesmana, bahwa ada 5 desa di Kecamatan Babat Toman yang direncanakan menjadi tempat kawasan lindung diantaranya, Desa Beruge, Desa Mangun Jaya, desa Kasmaran, Desa Toman, dan Desa Babat.

Laporan Sudirman NK/Adv

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *