Momen Hari Jadi BKB ke 227 Tahun: Masa Lalu, Kini dan Masa Depan

- Jurnalis

Sabtu, 2 Maret 2024 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Hari Jadi Benteng Kuto Besak [BKB] ke 227 tahun diperingati Forum Pariwisata Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan [Forwida Sumsel] bersama Masyarakat Sejarawan Indonesia [MSI] Kota Palembang, Universitas Terbuka [UT] Palembang l, Sutan Adil Institute Mang Dayat Channel Wong Palembang dengan gelaran webinar nasional.

Momen Hari Jadi Benteng Kuto Besak [BKB] ke 227 tahun diperingati Forum Pariwisata Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan [Forwida Sumsel] bersama Masyarakat Sejarawan Indonesia [MSI] Kota Palembang, Universitas Terbuka [UT] Palembang l, Sutan Adil Institute Mang Dayat Channel Wong Palembang dengan gelaran webinar nasional.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Momen Hari Jadi Benteng Kuto Besak [BKB] ke 227 tahun diperingati Forum Pariwisata Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan [Forwida Sumsel] bersama Masyarakat Sejarawan Indonesia [MSI] Kota Palembang, Universitas Terbuka [UT] Palembang l, Sutan Adil Institute Mang Dayat Channel Wong Palembang dengan gelaran webinar nasional.

Kegiatan tersebut mengusung tema Sejarah dan Kebijakan Publik Penempatan BKB, Masa Lalu, Kini dan Masa Depan, Kamis 29 Februari 2024, malam.

Menghadirkan narasumber dari pengamat politik Sumsel yang juga Direktur UT Palembang Dr Meita Istianda SIP MSi dengan judul makalah Kota Palembang sebagai Heritage [Tinjauan dari Perspektif Politik dan Kekuasaan], HG Sutan Adil selaku Pemerhati & Peneliti Sejarah dari Sutan Adil Institute dengan makalah berjudul Anomali Sejarah Benteng Kuto Besak, dan sejarawan kota Palembang Kemas Ari Panji dengan makalah berjudul DKB Ku Sayang, BKB Ku Malang.

“Ketidaksesuaian harapan antara sebagian masyarakat dengan elite Pemerintah Kota Palembang dalam konteks Pembangunan dari perspektif Budaya dan Sejarah,” ungkap Dr Meita Istianda.

Klaim Palembang Kota Tertua di Indonesia

Palembang sebagai kota tertua di Indonesia yang didirikan pada 16 Juni tahun 683 M [605 Saka] oleh Dapunta Hyang berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit bertulis huruf Pallawa dan berbahasa Melayu kuno merupakan tempat bernaungnya kerajaan Sriwijaya sehingga tentu menyimpan banyak peninggalan budaya dan sejarah. Potensi wisata religi di Kota Palembang pun sangatlah besar. “Banyak bangunan atau tempat bersejarah yang memiliki arti khusus bagi umat beragama,” katanya pada Kamis 29 Februari 2024, malam.

Baca Juga:  Beban Fiskal Pemprov Sumsel Rp1,7 Triliun, Kontribusi PAD PT Suwarnadwipa dan SEG Disorot

Dia mencontohkan bangunan cagar budaya di Palembang yang tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah seperti BKB, Pasar Cinde yang hancur, Bukit Siguntang, Gedung Ledeng dan gua Jepang, rumah limas, dan Pulau Kemaro dan sebagainya.

Menurut Meita, untuk mewujudkan kota Palembang sesuai dengan heritage dari Palembang itu, dengan cara ayang cepat , memerlukan politics will yang kuat dari pemimpin dan elite di kota Palembang dan hal ini dapat dilakukan jika civil society dapat masuk menjadi bagian dari pemerintah itu sendiri.

HG Sutan Adil selaku Pemerhati & Peneliti Sejarah dari Sutan Adil Institute menilai seharusnya sudah tidak ada alasan lagi bagi pemerintah pusat untuk tidak menyerahkan Istana atau Keraton kebanggaan Masyarakat Palembang ini kepada yang lebih berhak, yang mana Istana atau Keraton ini nantinya juga dapat menjadi sebuah situs sejarah yang penting dan akan menjadi salah satu Simbol Pariwisata Besar bagi masyarakat Palembang dan Indonesia pada umumnya.

“Diharapkan, Anomali BKB ini dapat cepat diselesaikan sehingga bisa mendatangkan manfaat yang jauh lebih besar jika dibandingkan saat ini yang hanya difungsikan terus sebagai sebuah kantor dan Benteng Pertahanan saja,” katanya.

Baca Juga:  Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sejarawan kota Palembang Kemas Ari Panji mengatakan, BKB adalah Kesultanan Palembang Darussalam.
Lalu di zaman Keresidenan Palembang (Masa Kolonial Belanda dan Inggris) BKB dikuasai oleh penjajah terutama Belanda [menjadi Markas Militer dan Barak Tentara].

Lalu masa pendudukan Jepang dikuasai oleh Jepang dan dijadikan Markas Militer Jepang.

“Zaman Kemerdekaan [sejak lepasnya kekuasaan kolonial sampai sekarang] BKB di pakai TNI berdasarkan undang-undang darurat dan saat ini sudah saatnya BKB diserahkan kepada pemerintah dan zuriat untuk dikelola bersama Sebagai “Heritage And Tourism” dan sebagai hak ulayat Palembang,” katanya.

Sedangkan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin [SMB] IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn mengapresiasi webinar.

“BKB ini buatan Sultan dan kita sebagai orang Palembang harus tahu sejarahnya dan apa yang akan kita lakukan untuk peninggalan ini, “ katanya sembari mengatakan BKB adalah memori kolektif yang harus diketahui semua orang.

Sedangkan Ketua Umum Forwida Sumsel Dr Ir Diah Kusuma Pratiwi MT CIAP sepakat bagaimana agar BKB kedepan bisa menjadi heritage dan tourism.

“Kita harus melakukan pendekatan kepada semua pemegang kepentingan di Palembang guna merealisasikan hal ini,” katanya.

Berita Terkait

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!
Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB