Meningkat 5000 Kasus, Kekerasan Fisik dan Seksual Anak

- Jurnalis

Kamis, 9 Januari 2020 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stop Kekerasan pada Anak

Stop Kekerasan pada Anak

BENAR-Benar mengerikan. Kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak dari tahun 2015-2016 meningkat sekitar 5000 kasus.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kenaikan angka kekerasan terhadap anak makin mencemaskan.

Menurut Presiden Joko Widodo, dari informasi yang ia terima, tahun 2015 terdapat 1.975 angka kekerasan terhadap anak. Namun di tahun 2016 naik menjadi 6.820 kekerasan.

“Saya yakin, kasus kekerasan terhadap anak, ibarat fenomena gunung es. Kekerasan yang terjadi selama ini tidak dilaporkan, atau bahkan kasusnya tidak sampai ke pihak berwenang,” kata Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas terkait penanganan kasus kekerasan terhadap anak, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Karena itu Presiden meminta ke pada jajaran terkait untuk memperhatikan masalah itu secara bersama.

Karena itu Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan imstruksi penanganan kasus kekerasan terhadap anak tersebut.

Baca Juga:  Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Langkah pertama, kata Kepala Negara, yang perlu dilakukan pemerintah hendaknya memprioritaskan pada aksi kekerasan itu. “Prioritaskan pada aksi pencegahan kekerasan pada anak yang melibatkan keluarga, sekolah dan masyarakat,” katanya.

Pencegahan itu, kata Presiden, harus dikemas dengan berbagai model kampanye dan edukasi yang menarik dan menggugah kepedulian sosial, sehingga masyarakat turut bergerak untuk ikut melakukan pencegahan.

Dari beberapa jenis kekerasan seksual yang menempati posisi terratas, kata Presiden, diikuti dengan kekerasan psikis maupun kekerasan fisik.

Kepala Negara menginstruksikan agar dilakukan optimalisasi sistem pelaporan dan pengaduan apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak.

“Saya minta agar sistem tersebut lebih mudah diakses dan diketahui banyak kalangan, sehingga masyarkat dapat melaporkan kasus yang terjadi secepatnga agar pemerintah dapat bergerak cepat untuk menindaklanjutinya,” kata Presiden.

Dalam kaitan ini, korban, keluarga atau masyarkat harus tahu ke mana mereka harus melapor. Bahkan nomor pelayanannya harus jelas dan mudah diketahui.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Dengan akses pelaporan yang mudah, setidak-tidaknya sangat penting untuk mendapatkan respons secepatnya. Presiden juga meminta agar dilakukan reformasi besar-besaran ke pada manajemen penanganan kasus kekerasan yang terjadi.

Ia juga memberikan gambaran bahwa manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap anak itu harus terintegrasi satu dengan yang lainnya. Terintegrasi dalam lingkup satu atap, termasuk pelayanan rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban kekerasan.

“Bila perlu one top services mulai dari layanan pengaduan, pendampingan, serta mendapatkan pelayanan kesehatan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, proses penegakkan hukum disinggung Presiden. Karena itu Kepala Negara mengungunkan agar penegakkan hukum dilakukan untuk menumbuhkan efek jera bagi pelakunya.

Proses penegakan hukum yang memberikan efek jera, terutama terkait kasus pedofilia dan kekerasan seksual pada anak, juga layanan pendampingan terhadap korban, sangat penting diberikan. (*)

Laporan Abror Vandozer/rel
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB