Transportasi yang berkeadilan, menurut Menhub yaitu: membangun infrastruktur transportasi dengan paradigma Indonesia Sentris hingga ke daerah terluar, melalui berbagai program seperti : tol laut, jembatan udara, kapal ternak, dan pelayanan transportasi perintis, program buy the service untuk meningkatkan keterjangkauan keandalan transportasi massal.
Kemudian, transportasi yang berkelanjutan yaitu: mendukung inklusivitas ekonomi, sosial, lingkungan dan tata kelola pemerintahan. Contohnya, pembangunan Green Port dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik untuk transportasi yang ramah lingkungan dalam rangka mencegah pencemaran dan pemanasan global.
Selanjutnya, transportasi yang mendukung keberagaman yaitu seperti yang dilakukan pada saat pelayanan transportasi pada hari-hari libur dan hari besar keagamaan seperti mudik lebaran. Dimana pada tahun ini, penyelenggaraan mudik dinilai berhasil dan diapresiasi oleh Presiden dan juga menurut hasil Survei dari Prof. Saiful Mujani (Indikator Politik 2022) bahwa mayoritas responden (76,7%) menyatakan puas dengan kinerja pemerintah terkait penanganan mudik.
Dan yang terakhir adalah transportasi yang mendukung aspek kerakyatan, yaitu turut mendorong perkembangan produk UMKM dan memberikan akses kemudahan kepada pelaku UMKM di simpul-simpul transportasi. Selain itu, untuk melindungi daya beli masyarakat Kemenhub juga telah menerapkan tarif batas atas dan bawah untuk transportasi massal.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya




![Bupati Muara Enim Edison dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan [OTT] Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] pada Senin 8 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0010-225x129.jpg)





![Bupati Muara Enim Edison dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan [OTT] Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] pada Senin 8 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0010-129x85.jpg)








