Mantan Kades Asal Pali Ditembak Mati Petugas

- Jurnalis

Kamis, 21 Januari 2021 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM menggelar jumpa pers terkait Kasus Narkoba

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM menggelar jumpa pers terkait Kasus Narkoba

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Mantan Kades Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Uladi Sastra (43) ditembak mati Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel di desa Modong Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, Rabu 20 Januari 2021, kemarin.

Uladi merupakan bandar sabu yang menjalankan bisnis haramnya sekitar setahun.

warga desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Pali (Uladi) ini diberikan tindakan tegas terukur karena menembaki anggota dengan senjata api miliknya saat mengetahui anggota yang akan menangkapnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM mengatakan tersangka Uladi Sastra merupakan mantan Kades di Kabupaten Pali. “Anggota hendak menangkapnya dengan cara under cover by untuk transaksi sabu, tersangka mengetahui bahwa anggota yang memesan langsung menembaki anggota dengan senjata api milik tersangka,” ungkap Kombes Pol Heri. 

Baca Juga:  Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Karena membahayakan, anggota memberikan tembakan peringatan ke udara namun tidak di indahkan tersangka. “Sehingga anggota mengarahkan tembakan ke tersangka lalu tersangka tersungkur,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Setelah tersangka dilumpuhkan anggota menemukan barang bukti narkoba seberat 100,87 gram dari saku celananya. “Sedangkan senjata api milik tersangka diketahui senjata api pabrikan bukan rakitan hanya saja nomor serinya sudah dihapus,” jelasnya.

Baca Juga:  NasDem Sumsel Run 2026 Gratis: 2.000 Slot Ludes Diserbu Masyarakat

Di sinilah kami kesulitan untuk menelusuri asal senjata api milik tersangka karena nomor serinya sudah dihapus. “Kalau dilihat dari senjata api nya ini senjata api dari pabrikan,” ujarnya.

Dikatakan Heri, tersangka Uladi Sastra, berdasarkan informasi dari masyarakat tersangka sekitar setahun yang lalu menjadi bandar sabu. Setelah yang bersangkutan tidak lagi menjabat sebagai kades.

“Berdasarkan catatan kami tersangka belum pernah di hukum dalam kasus narkoba, yang jelas tersangka ini bandar sabu di wilayah kabupaten Pali meskipun yang bersangkutan ditangkap di Muara Enim karena Muara Enim berdekatan dengan Pali,” tandasnya. (rel/Abror Vandozer) 

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Berita Terbaru