Mahasiswa UMP Meninggal Dunia saat Diksar

- Jurnalis

Senin, 24 Januari 2022 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang [UMP], Ravi [22], warga jalan Asahan Raya Lumpur IV, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Kabupaten Lahat, pada Minggu [23/1/2022].

Seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang [UMP], Ravi [22], warga jalan Asahan Raya Lumpur IV, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Kabupaten Lahat, pada Minggu [23/1/2022].

WIDEAZONE.com, LAHAT | Seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang [UMP], Ravi [22], warga jalan Asahan Raya Lumpur IV, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Kabupaten Lahat, pada Minggu [23/1/2022].

Navi meninggal dunia diduga mengidap sakit maag saat mengikuti pendidikan dasar [Diksar].

“Sekitar pukul 01:00 WIB di wilayah area Kantor BKSDA Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, diketahui adanya mahasiswa UMP atas nama M Ravi yang sedang mengikuti Diksar Mapala [Gema Persada] mengalami sakit. Kemudian diketahui meninggal dunia di RSUD Lahat,” ungkap Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasi Humas Iptu Sugianto didampingi Kasubsi Humas Aiptu Lispono, Minggu [23/1].

Baca Juga:  Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Kata Lispono, awal mulanya korban beserta enam temannya mengikuti Pradiksar dan Diklatsar Mapala di wilayah BKSDA Lahat yang di adakan oleh 12 orang Panitia Gema Persada Universitas Muhammadiyah Palembang yang diketuai oleh Apri Wahyudi. 

Pada Sabtu [22/1], ujar Lispono, sekitar pukul 14.00 WIB, korban mengeluhkan sakit maag yang dialaminya, sehingga panitia saat itu menyarankan kepada korban untuk berobat. Namun korban tidak mau dan meminta kepada temannya untuk mengerok badannya dan selanjutnya korban disuruh istirahat.

Baca Juga:  Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

“Sekitar pukul 23.00 WIB panitia mengadakan acara penutupan kegiatan Diklatasar dan saat itu korban meminta kepada panitia untuk tetap mengikuti kegiatan tersebut namun panitia hanya mengizinkan korban untuk duduk di dekat kegiatan dan tidak di izinkan untuk mengikuti kegiatan penutupan Diklatsar tersebut,” jelas Lispono.

Lispono menambahkan, pada Minggu [23/1] sekitar pukul 01:11 WIB diketahui korban kembali mengeluhkan sakit maag, sehingga panitia langsung membawa korban ke RSUD Lahat.

“Nah sekitar pukul 02.00 WIB korban diketahui sudah meninggal dunia,” tuturnya. [agn]

Berita Terkait

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel
Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar
Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026
‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:36 WIB

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 24 September 2026 - 22:22 WIB

Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 22:14 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Berita Terbaru