Konsentrasi Karhutla, Herman Deru Batalkan Agenda ke Luar Negeri

- Jurnalis

Senin, 16 September 2019 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri  Silaturahmi dan Penandatanganan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan tentang Pengangkatan Anggota DPRD Terpilih Kabupaten PALI, Kabupaten Muara Enim, dan Kota Prabumulih Masa Jabatan 2019 – 2024 di Griya Agung Palembang, Senin (16/9)

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Silaturahmi dan Penandatanganan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan tentang Pengangkatan Anggota DPRD Terpilih Kabupaten PALI, Kabupaten Muara Enim, dan Kota Prabumulih Masa Jabatan 2019 – 2024 di Griya Agung Palembang, Senin (16/9)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Sebagai bentuk tanggungjawabnya sebagai kepala daerah, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru  rela membatalkan agenda  kunjungan kerjanya  keluar negeri yakni  Korea Selatan (Korsel). Mengingat saat ini Sumsel masih dalam status siaga darurat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepastian batalnya kunjungan kerja gubernur ke Korea Selatan dalam rangka menghadiri, undangan duta besar Korsel yang meminta  Gubernur H.Herman Deru memberikan paparan  terkait dengan potensi Sumsel yang mungkin dapat   dipasarkan di Negeri Ginseng tersebut.

“Akuni ado agena ke Rumania, urung. Caknyo ke Korsel jugo urung. Pada hal duta besar (Korsel)  meminta data potensi daerah untuk dipaparkan di sano,” tegas Herman Deru, menjawab wartawan usai menghadiri  Silaturahmi dan Penandatanganan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan tentang Pengangkatan Anggota DPRD Terpilih Kabupaten PALI, Kabupaten Muara Enim, dan Kota Prabumulih Masa Jabatan 2019 – 2024 di Griya Agung Palembang, Senin (16/9).

Dikesempatan ini Herman Deru juga mengintruksikan  para kepala  daerah Bupati/Walikota di Sumsel untuk tidak meninggalkan tempat guna memantau  titik api (fare  spot) diwilayahnya masing-masing.

Baca Juga:  EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

“ Kepada kepala daerah  bupati dan walikota sedetail mungkin pantau ancaman fire spot. Untuk itu saya minta jangan meninggalkan tempat jika memang  tidak  sangat prinsip,” imbuhnya.

Baca Juga:  ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Untuk diketahui seharusnya Gubernur Sumsel H Herman Deru melakukan lawatan ke Korsel beberapa hari hingga 22 September 2019.  Namun dikarenakan  bencana asap yang ditimbulkan karhutla menyebabkan semua agenda  tersebut terpaksa dibatalkan meski visa sudah keluar dari kedutan Korsel di  Jakarta.

 

Kontributor : realese humprov/Akip

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru