Kematian Dokter Jamhari, Kombes Pol Supriadi: Tidak Ada Kaitannya dengan Vaksinasi

- Jurnalis

Senin, 25 Januari 2021 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM di dampingi Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol dr Syamsul Bahar MKes dan Wakasatreskrim Polrestabes Palembang Kompol Willian Harbensyah SH SIK menggelar press release tentang kematian Dokter Jamhari Farzal, di Polrestabes Palembang, Senin (25/1/2021).

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM di dampingi Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol dr Syamsul Bahar MKes dan Wakasatreskrim Polrestabes Palembang Kompol Willian Harbensyah SH SIK menggelar press release tentang kematian Dokter Jamhari Farzal, di Polrestabes Palembang, Senin (25/1/2021).

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM di dampingi Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol dr Syamsul Bahar MKes dan Wakasatreskrim Polrestabes Palembang Kompol Willian Harbensyah SH SIK menggelar press release tentang kematian Dokter Jamhari Farzal, di Polrestabes Palembang, Senin (25/1/2021).

Kabid Humas Polda Sumsel mengatakan, Dokter Jamhari Farzal memang sempat menjalani vaksinasi Corona pada Kamis 21 Januari 2021.

Baca Juga:  1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

“Almarhum memang sempat disuntik vaksin Corona pada kamis dan Jumat malam ditemukan meninggal dunia,” katanya.

Namun dia menegaskan, vaksinasi tersebut bukan menjadi penyebab kematian. Hasil visum RS Bhayangkara menunjukkan korban meninggal karena serangan jantung.

“Jadi kita tegaskan tidak ada kaitannya dengan vaksinasi Corona . Hasil forensik almarhum meninggal karena kekurangan oksigen akibat ada penyakit jantung,” jelasnya. 

Baca Juga:  Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Menurut hasil forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang pada pemeriksaan visum yang dilakukan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, Wajahnya sudah membiru, pendarahan pada bola mata, tangan, dada dan kaki. jenazah meninggal diduga karena kekurangan oksigen. (Abror Vandozer) 

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Berita Terbaru