Kapolda Sebut Ledakan Sumur Minyak Tragedi Kemanusiaan

- Jurnalis

Senin, 22 Juli 2024 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRAGEDI meledaknya sumur minyak ilegal [illegal drilling] kembali terjadi [tanpa kesudahan] di kawasan Sungai Dawas Parung Dusun 5 Srigunung, Sungai Lilin, Musi Banyuasin [Muba pada Minggu 21 Juli 2024. Ledakan dahsyat itu telah merenggut nyawa lima orang dan empat lainnya mengalami luka berat.

TRAGEDI meledaknya sumur minyak ilegal [illegal drilling] kembali terjadi [tanpa kesudahan] di kawasan Sungai Dawas Parung Dusun 5 Srigunung, Sungai Lilin, Musi Banyuasin [Muba pada Minggu 21 Juli 2024. Ledakan dahsyat itu telah merenggut nyawa lima orang dan empat lainnya mengalami luka berat.

TRAGEDI meledaknya sumur minyak ilegal [illegal drilling] kembali terjadi [tanpa kesudahan] di kawasan Sungai Dawas Parung Dusun 5 Srigunung, Sungai Lilin, Musi Banyuasin [Muba pada Minggu 21 Juli 2024. Ledakan dahsyat itu telah merenggut nyawa lima orang dan empat lainnya mengalami luka berat.

Awalnya, saat ledakan terjadi, hanya diketahui empat orang saja yang tewas. Namun pada hari yang sama ditemukan lagi satu korban yang diketahui sudah tak bernyawa.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rachmad Wibowo menjelaskan bahwa korban terjadi akibat kebocoran tutup valve sumur dan pipa saluran yang sengaja dirusak masyarakat untuk diambil tumpahan minyaknya.

“Saya katakan bahwa peristiwa terjadinya ledakan merupakan tragedi kemanusiaan. Sebab dari aktivitas ilegal yang digelutinya selama ini, berimbas pada sejumlah korban jiwa warga di kawasan itu,” jelas Kapolda.

Menurut Rachmad Wibowo, karena sulitnya mencari penghasilan, membuat masyarakat di sana nekat melakukan kegiatan yang membahayakan jiwa mereka sendiri.

Baca Juga:  Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Sebelum ledakan terjadi, jelas Kapolda, warga berbondong-bondong datang ke lokasi bocornya tutup valve dan pipa. Mereka mengambil tumpahan minyak dengan cara memerasnya.

“Mereka itu tidak mengindahkan imbauan petugas agar mereka tidak melakukan aktivitasnya. Akibatnya keselamatan jiwa mereka tergadai,” ujar Kapolda.

Atas kejadian yang menelan korban jiwa tersebut, Kapolda telah mengerahkan para personalnya untuk menutup lokasi. “Mereka kita imbau agar warga segera ke luar dari lokasi. Ini sangat membahayakan warga. Kami sudah meminta SKK Migas membuat perimeter batas pengaman agar lokasi steril dan tak bisa dimasuki warga,” katanya.

Mantan Kapolda Jambi itu mengaku bahwa kendala yang dihadapi itu banyaknya akses pintu masuk ke lokasi. Sementara lokasi tanahnya licin berlumpur akibat genangan minyak mentah yang rawan terbakar.

Untuk mangatasi persoalan itu, perlu kerjasama dengan semua pihak, termasuk pemerintah setempat dan juga TNI.

Baca Juga:  Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan

“Dengan kerjasama itu kita bisa membongkar kilang minyak ilegal tersebut di samping membutuhkan biaya besar,” ujar Kapolda menutup perbincangan.

Sebelumnya, peristiwa semburan minyak mentah bercampur gas juga terjadi di kawasan tersebut [Parung Sungai Lilin] pada Minggu 23 Juni 2024.

Selain mengancam keselamatan warga, tentunya dampak lingkungan terhadap sungai turut terimbas dari kegiatan ilegal.

Tak sampai di situ, kejadian demi kejadian di Musi Banyuasin Sumatera Selatan kerap kali terjadi terjadi hingga korban jiwa berjatuhan.

Seperti sebelumnya, sumur minyak ilegal berlokasi di wilayah perkebunan sawit milik PT Hindoli Keluang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan meledak kembali pada Jumat dini hari 21 Juni 2024.

Kejadian ini terekam melalui video berdurasi singkat yang tersebar di pesan elektronik, terlihat api besar menyilap pada area luas di antara pohon kelapa sawit.

Selanjutnya….

Berita Terkait

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:24 WIB

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Berita Terbaru