Kapolda Dampingi Gubernur Sumsel Tinjau Vaksinasi Pedagang Cinde

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM dampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Unsur FKPD Provinsi Sumsel saat meninjau vaksinasi COVID-19 bagi pedagang Pasar Cinde Palembang, Rabu (03/03/2021). 
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM dampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Unsur FKPD Provinsi Sumsel saat meninjau vaksinasi COVID-19 bagi pedagang Pasar Cinde Palembang, Rabu (03/03/2021). 

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM dampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Unsur FKPD Provinsi Sumsel saat meninjau vaksinasi COVID-19 bagi pedagang Pasar Cinde Palembang, Rabu (03/03/2021). 

Kapolda Sumsel Jenderal Eko mengatakan sangat mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam upaya mengurangi penyebaran COVID-19. “Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) COVID, rajin mencuci tangan, jaga jarak, memakai masker, hindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” ungkapnya.

banner 468x60

Pemprov Sumsel terus melakukan upaya dalam menekan kasus COVID, salah satunya yang saat ini tengah gencar dilaksanakan yakni injeksi vaksin setelah sebelumnya menyasar para tenaga kesehatan (Nakes).

Kini, injeksi vaksin pun menyasar ke 253 pedagang pasar Cinde Palembang, Rabu (3/3/2021).

Jalanya proses pemberian vaksin bagi kalangan pedagang ini mendapatkan sambutan positif.

Terbukti dalam pelaksanaan vaksinasi massal yang dimulai pukul 08.30 WIB dihadiri secara antusias oleh para pedagang dengan tetap menerapkan Prokes yang ketat.

Di sela sela kehadiran, Gubernur Herman Deru menyaksikan pemberian vaksin bagi ratusan pedagang pasar Cinde tersebut. Ia pun mengapresiasi antusias pedagang. “Ini sebagai tindak lanjut dari vaksinasi tahap pertama yang diprioritaskan bagi Nakes yang saat ini proses injeksinya hampir selesai. Hari ini, vaksin diperuntukan bagi petugas pelayanan publik, lansia dan warga  yang memiliki risiko lainnya,” ujar Deru.

Pedagang di pasar, tuturnya masuk dalam kategori pelayan publik yang harus mendapat prioritas vaksinasi, “Sebab pedagang banyak berinteraksi dengan pembeli, sesama pedagang yang berada di area padat sehingga sangat berisiko terjadi penularan COVID-19,” ucap HD. (rel/Abror Vandozer) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *