Jokowi Minta MPR untuk Menyederhanakan Upacara Pelantikannya

- Jurnalis

Rabu, 16 Oktober 2019 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo meminta ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk menyederhanakan pelantikannya pada 20 Oktober mendatang.

Presiden Joko Widodo meminta ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk menyederhanakan pelantikannya pada 20 Oktober mendatang.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk menyederhanakan pelantikannya pada 20 Oktober mendatang.

“Pelantikan Presiden dan Wakil Preaiden nanti dilaksanakan dengan upacara yang sederhana saja. Namun tidak mengurangi kehidmatan dan keagungan acara itu,” ujar Presiden Jokowi seusai menerima kunjungan pimpinan MPR di Istana Negara Merdeka Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Dalam pertemuan dengan sepuluh pimpinan MPR yang dipimpin Bambang Soesetyo itu, Presiden Jokowi menginginkan agar upara itu bisa berjalan khidmat tanpa gangguan apa pun.

Jokowi mengimbau agar seluruh rakyat Indonesia dapat menjaga kekhidmatan selama acara pelantikan presiden dan wakil presiden itu berlangsung.

Jokowi mengimbau agar seluruh rakyat Indonesia dapat menjaga kekhidmatan selama acara pelantikan presiden dan wakil presiden itu berlangsung.
Jokowi mengimbau agar seluruh rakyat Indonesia dapat menjaga kekhidmatan selama acara pelantikan presiden dan wakil presiden itu berlangsung.

“Suksesnya acara pelantikan presiden akan memberi pesan positif bagi dunia internasional. Dan, ini akan membantu perekonomian kita,” ujar Ketua MPR Bambang Soesetyo yang akrab disebut Bamsoet.

Menurut Bamsoet, dengan perekomomian yang baik, sama membantu seluruh rakyat Indonesia. “Dengan pelantikan yang khidmat, masagenya jadi jelas. Makanya MPR meminta agar penyelenggaraannya nanti tak terjadi gejolak apapun,” ujar Bamsoet.

Baca Juga:  Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka

Dalam pelantikan presiden dan wakil presiden nanti, sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara sahabat akan hadir. Mereka sudah memastikan diri akan menghadiri pelantikan itu. Misalnya kepala pemerintahan dari beberapa negara ASEAN dan Perdana Menteri Australia. “Tapi untuk kepastiannya, silakan dicek ke Menteri Luar Negeri,” ujar Bamsoet menambahkan.

Di samping membahas soal pelantikan presiden, dalam pertemuan pimpinan MPR dan Presiden Jokowi itu disinggung tentang andemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Baca Juga:  Gelegar Skandal DAK/2023 Rp45,4 Miliar Disdik OKI di Kejaksaan Agung

“Yang paling penting harus melakukan sejumlah kajian mendalam tentang itu serta menerima masukan dari berbagai pihak,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, dalam kajian mendalam tentang UUD 1945 adanya masukan-masukan dari semua tokoh akademisi dan masyarakat. “Masukan-masukan itu harus ditampung sehingga bisa dirumuskan,” katanya.

Jokowi memberi kesempatan ke pada MPR untuk bekerja maksimal untuk melakukan kajian sembari menampung usulan-usulan yang masuk.

Menaggapi harapan itu, Ketua MPR akan mempertimbangkan dengan cermat semua aspirasi. MPR pun akan berkonsultasi dengan presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan terkait andemen itu. (rel/abror vandozer)

Berita Terkait

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta
Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI
IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026
Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang
Wamenaker Bahas Kerja Sosial dan Pelatihan Kerja dengan Kejati Sumut
Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 08:07 WIB

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka

Rabu, 15 April 2026 - 18:45 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Rabu, 15 April 2026 - 18:24 WIB

Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Rabu, 1 April 2026 - 17:58 WIB

Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:57 WIB

IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

Berita Terbaru