Jangan Berhenti Berkarya

- Jurnalis

Jumat, 19 Juli 2019 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drs Anto Narasoma

Drs Anto Narasoma

TERBITNYA antologi puisi Anto Narasoma, satu tanda bahwa dunia sastra Indonesia kembali disemarakkan dengan karya-karya puisi berkualitas.

Kritikus sastra Indonesia, Maman S Mahayana, mengatakan perjuangan seorang Anto Narasoma dalam dunia sastra, terutama puisi begitu lelah dan “berdarah-darah”. Dari start awal di dekade 1980-an, ia dan Anwar Putra Bayu berkecimpung dalam berbagai masalah yang ia renangi, maka tak heran apabila kekuatan esteika yang mumcul patut diberi apresiasi.

Baca Juga:  RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

“Saya sangat bergembira ikut menikmati antologi bertajuk “Di Bias Cahaya Matamu”. Ini memperihatkan konsistensi sikap kepenyairan seorang Anto Narasoma yang meneropong segala masalah di zamannya. Dengan begitu, antologi hadir menjelaskan eksistensi zamannya,” tukas Maman.

Sementara itu, penyair Isbedy Stiawan ZS begitu bangga atas terbitnya antologj Anto Narasoma ini. Sebab dimilai dari perjuangannya yang panjang, nilai-nilai estikanya patut diberi apresiasi.

“Eksistensi Anto Narasoma yang sudah teruji sejak dekade 1980-an, memang pantas kita apresiasi,” ujar Isbedy.

Baca Juga:  EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Penyair Anwar Putra Bayu pun ikut bangga atas terbitnya puisi-puisi Anto Narasoma dalam kumpulan “Di Bias Cahaya Matamu” ini.

Ini pertanda nilai-nilai yang dipetik Anto selama berkarir di dunia sastra puisi, merupakan kepatuhannya menapak kata-kata estetis sebagai kekuatan daya citanya. “Selamat untuk Anto Narasoma, sahabatku. Jangan berhenti berkarya,” tukas Bayu. (abror vandozer)

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Selasa, 29 September 2026 - 14:10 WIB

Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Berita Terbaru