TERBITNYA antologi puisi Anto Narasoma, satu tanda bahwa dunia sastra Indonesia kembali disemarakkan dengan karya-karya puisi berkualitas.
Kritikus sastra Indonesia, Maman S Mahayana, mengatakan perjuangan seorang Anto Narasoma dalam dunia sastra, terutama puisi begitu lelah dan “berdarah-darah”. Dari start awal di dekade 1980-an, ia dan Anwar Putra Bayu berkecimpung dalam berbagai masalah yang ia renangi, maka tak heran apabila kekuatan esteika yang mumcul patut diberi apresiasi.
“Saya sangat bergembira ikut menikmati antologi bertajuk “Di Bias Cahaya Matamu”. Ini memperihatkan konsistensi sikap kepenyairan seorang Anto Narasoma yang meneropong segala masalah di zamannya. Dengan begitu, antologi hadir menjelaskan eksistensi zamannya,” tukas Maman.

Sementara itu, penyair Isbedy Stiawan ZS begitu bangga atas terbitnya antologj Anto Narasoma ini. Sebab dimilai dari perjuangannya yang panjang, nilai-nilai estikanya patut diberi apresiasi.
“Eksistensi Anto Narasoma yang sudah teruji sejak dekade 1980-an, memang pantas kita apresiasi,” ujar Isbedy.
Penyair Anwar Putra Bayu pun ikut bangga atas terbitnya puisi-puisi Anto Narasoma dalam kumpulan “Di Bias Cahaya Matamu” ini.
Ini pertanda nilai-nilai yang dipetik Anto selama berkarir di dunia sastra puisi, merupakan kepatuhannya menapak kata-kata estetis sebagai kekuatan daya citanya. “Selamat untuk Anto Narasoma, sahabatku. Jangan berhenti berkarya,” tukas Bayu. (abror vandozer)



![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-225x129.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-129x85.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

