INPRES PTSL 2/2018 Dinodai, Bagindo Minta BPN Tutup Celah

- Jurnalis

Rabu, 2 Maret 2022 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sertifikat Tanah

Ilustrasi Sertifikat Tanah

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap [PTSL] yang dicanangkan Presiden Joko Widodo [Jokowi] dengan mengeluarkan instruksi Presiden [Inpres] nomor 2 tahun 2018 dinodai oleh beberapa oknum Badan Pertanahan Nasional [BPN].

“Artinya sistem tersebut masih terdapat celah, untuk memanfaatkan jabatan terkait di posisi mereka di dalam kepengurusan itu,” kata Pengamat Politik dan Sosial, Bagindo Togar dalam keterangannya ke pada Wideazone.com dan Zoom Post, Rabu [02/3/2022].

Dikatakan Bagindo, tak hanya kedua oknum BPN Kota Palembang yang telah menyandang status tersangka dan ditahan Kejaksaan Negeri [Kejari] Palembang, boleh diduga juga terdapat beberapa oknum BPN Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] yang tak lama lagi bakal mendapat gelar serupa [tersangka].

Pengamat Sosial dan Politik, Bagindo Togar
Pengamat Sosial dan Politik, Bagindo Togar

“Permasalahan ini masih hangat, mengingat persoalan terkait kepengurusan tanah masih ada ruang [celah]. Belum sempurna sistem ini [PTSL],” ungkapnya.

Baca Juga:  DPRD Palembang Bilang PT Green SM "Ngampuk" Jangan Seenaknya Meski Punya "Orang Kuat"

Bagaimana masalah ini dapat selesai? Bila masih terdapat oknum dari BPN sendiri yang menggunakan kekuasaan [jabatan] mereka untuk meraup keuntungan dari rantai kepengurusan itu [tanah].

“Pegawai BPN dituntut untuk lebih profesional, namun apakah hal tersebut dapat dilakukan dan diwujudkan? Jika oknum pegawai masih melakukan praktik praktik untuk menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan mereka [oknum pegawai],” ujar Eks Ketua FISIP Universitas Sriwijaya [Unsri] ini.

Baca Juga:  PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Tapi, menurut Bagindo, kembali lagi terhadap integritas dan profesionalitas pegawai itu. Tetap saja bila kesempatan untuk mencari ruang terhadap sistem masih ada. Ada ataupun tidak tergantung pada sikap mereka. “BPN harus bisa memulihkan kembali serta membersihkan praktik praktik oknum oknum yang menjurus pada kebobrokan. Harusnya ada pengawasan secara sistematis di instansi itu untuk menghindari dan mengantisipasi hal serupa tak terulang lagi,” tegasnya.

Berita Terkait

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD
PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎
Wali Kota Palembang Rombak Jajaran Pejabat Tinggi hingga Fungsional, Ratu Dewa: Jangan Kerja untuk Citra Diri!
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad Lontarkan Pesan Menohok
Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama
Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton
Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019
Audit Bapenda Ungkap Tunggakan PBB Yayasan STIMIK IGM, Perluasan Bangunan Juga Disorot

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wali Kota Palembang Rombak Jajaran Pejabat Tinggi hingga Fungsional, Ratu Dewa: Jangan Kerja untuk Citra Diri!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton

Berita Terbaru