WIDEAZONE.COM – PALEMBANG, Fenomena banyaknya kasus bencana yang terjadi di Indonesia, membuat Presiden Republik Indonesia, Joko Wododo memberikan intruksi adanya penerapan kurikulum kebencanaan di sekolah.
Menanggapi Instruksi Jokowi tersebut, Kadisdik Provinsi Sumsel Drs. Widodo, M.Pd mengungkapkan, dalam pelajaran geografi sebetulnya ada materi tentang karekteristik geologis Indonesia dan hal itu dapat diperkaya dengan mengaitkan berbagai kejadian bencana yang terjadi belakangan ini di Indonesia.
“Harapan saya ini adalah tantangan presiden kepada kita semua bagaimana proses belajar mengajar kita lebih hidup dan dikaitkan dengan kejadian-kejadian yang kita semua termasuk siswa lihat di media massa,” ucapnya.
Menurutnya, pendidikan lewat ilmu yang diberikan guru memang terus berkembang dan kian kompleks seiring dengan berkembangnya zaman. Sehingga berbagai teori pun muncul ke permukaan yang sebelumnya telah melalui sejumlah riset. Oleh sebab itu kata Widodo, peran para guru dalam hal ini guru geografi bisa menyelipkan tentang fonomena musibah alam yang terjadi untuk dipahami secara mendalam oleh siswa siswinya. ”Sehingga para siswa bisa memahami fenomena musibah alam yang sering terjadi akhir-akhir ini,”pungkasnya.(hasan basri)



![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-225x129.jpg)


![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
