Pada kesempatan itu, Zulkifli juga menyampaikan harapannya, pemerintah Tiongkok memberikan kemudahan bagi produk Indonesia masuk ke pasar Tiongkok. Sebagai wujud untuk meningkatkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan antara kedua negara.
Direktur Eksekutif Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menilai positif penandatanga nota kesepahaman dan kontrak kerja dengan Tiongkok. Menurutnya, kondisi global yang makin rumit tahun depan, membuat Tiongkok harus mendapatkan jaminan pasokan minyak nabati untuk keperluan industrinya.
“Kebutuhan domestik kita cuma 35 persen dari total produksi minyak nabati. Selebihnya diekspor ke banyak tujuan. Tiongkok sebagai partner dagang kita yang besar, merekalah yang menjadi prioritas,” kata Sahat.
Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani 16 kontrak dagang pembelian 2,5 juta ton produk minyak sawit dan turunannya senilai 2,6 miliar dolar AS. Kontrak dagang ini dilakukan antara 13 buyer asal Tiongkok dengan sembilan pelaku usaha Indonesia. (JFA)
Halaman : 1 2



















