Herman Deru Sebar 100 Ekor Sapi untuk Masyarakat Sumsel

- Jurnalis

Senin, 19 Juli 2021 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Herman Deru Sebar 100 Ekor Sapi untuk Masyarakat Sumsel

Herman Deru Sebar 100 Ekor Sapi untuk Masyarakat Sumsel

Imbau Warga Salat Ied di Rumah Masing-Masing

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumsel H Herman Deru terus menerus melakukan berbagai upaya maksimal untuk memberikan perhatiannya kepada masyarakat saat menjelang hari raya Idul Adha 1442 H.

Herman Deru berkesempatan untuk menyerahkan langsung sapi kurban di beberapa lokasi. Langkah itu sebagai wujud kepedulian Herman Deru kepada masyarakat di momen  berharga tersebut. “Sengaja kita datang ke beberapa tempat ini untuk menyerahkan sapi kurban kepada masyarakat. Ini merupakan langkah kita untuk berbagi di hari raya idul adha,” kata Herman Deru di sela penyerahan sapi kurban di masjid Agung Palembang, Senin (19/7).

Herman Deru Sebar 100 Ekor Sapi untuk Masyarakat Sumsel
Herman Deru Sebar 100 Ekor Sapi untuk Masyarakat Sumsel

Dijelaskannya, sedikitnya ada 100 ekor sapi kurban yang disiapkan Pemprov Sumsel untuk dibagikan ke sejumlah wilayah yang memang sebelumnya telah dilakukan pendataan. “Ada 100 ekor sapi yang terkumpul. Sapi kurban tersebut merupakan hasil dari dana yang dikumpulkan para ASN, pegawai BUMD dan lainnya. Sapi-sapi tersebut kita sebar di wilayah-wilayah yang kita nilai berhak menerimanya,” paparnya.

Menurutnya, Idul Adha 1442 H saat ini memang merupakan momen yang tepat untuk berbagi. Apalagi idul kurban kali ini, masyarakat juga masih harus berjuang melawan pandemi COVID-19 yang belum usai. “Saat ini masyarakat butuh perhatian maksimal, sehingga masyarakat dapat merasakan kebersamaan. Upaya ini diharapkan dapat mengobarkan semangat berkurban,” terangnya.

Baca Juga:  EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Dia juga menyarankan, agar sapi kurban tersebut dapat dibagi rata untuk masyarakat yang berhak menerimanya. “Saya menyarankan daging kurban ini dibagikan untuk seluruh masyarakat. Walaupun pembagiannya sedikit tapi harus rata sehingga masyarakat dapat merasakannya,” ujarnya.

Diketahui, penyerahan sapi kurban yang dilakukan Gubernur Herman Deru berawal dari Masjid Al Amin di kawasan rumah susun Palembang. Di tempat itu, Herman Deru menyerahkan sapi kurban atas nama dirinya dan keluarga. Tidak hanya itu, sebanyak 800 kepala keluarga di kawasan padat penduduk tersebut juga diberikan bantuan berupa beras dan langsung didistribusikan oleh Dinas Sosial Provinsi Sumsel.

Selanjutnya Herman Deru menuju masjid Muhajidin di kawasan 5 Ulu Palembang. Seekor sapi kurban diberikan di kawasan itu. Kemudian, Herman Deru memberikan bantuan hewan kurban di kawasan Jalan KH H Balqi Kelurahan 16 Ulu sebelum akhirnya memberikan bantuan sapi kurban di Masjid Agung Palembang.

Di sela-sela penyerahan hewan kurban ini Herman Deru juga mengajak masyarakat Sumsel untuk melaksanakan Sholat Idul Adha  1442 H di rumah mengingat masih dalam situasi pandemi COVID-19. “Hari rayanya di rumah ya. Termasuk melakukan salat Ied karena tidak mengurangi hikmadnya. Jadi kita jangan tinggalkan sholat tapi dirumah saja, sedangkan untuk motong hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau di tempat yang aman,” tegas Herman Deru.

Baca Juga:  Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi "All-in" Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Sementara itu, Ketua Masjid Mujahidin M Idris, mengucapkan terima kasih atas bantuan sapi kurban untuk masyarakat yang telah diserahkan Gubernur. Dia menegaskan daging sapi kurban tersebut akan dibagi rata untuk masyarakat setempat. “Kepedulian pemimpin seperti pak Gubernur ini yang kami harapkan. Ini wujud kebersamaan dan mudah-mudahan membawa berkah. Tentunya ini akan dibagikan secara merata untuk masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu dalam  surat edaran Gubernur Nomor. 039/SE/III.2021 yang memuat  tata cara penyembelihan dan pembagian hewan kurban dimasa pandemi. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan penerapan higienis petugas ditempat pemotongan dan pelaksanaan penyembelihan dan pembagian hewan kurban tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik (Physical Distancing).

Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas ke tempat tinggal warga yang berhak menerima atau dengan cara lain yang tidak menimbulkan kerumunan atau antrian, serta petugas yang mendistribusikan daging hewan kurban wajib mengenakan masker dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima daging.

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru