Dalam orasinya, MKMB meminta dahulukan praduga tak bersalah terhadap pemimpin kami, jangan ganggu Muara Enim, biarkan pemimpin kami menyelesaikan tugasnya sampai habis masa jabatannya, rakyat sangat terbantu dengan kebijakan dan program rakyat, jangan sampai kosong kepemimpinan di Muara Enim, jangan korbankan rakyat dengan politisasi, dahulukan kepentingan rakyat dari kepentingan lainnya.
“Kami selaku masyarakat Kabupaten Muara Enim sudah cukup nyaman dan merasakan kebijakan-kebijakan pemimpin kami. Meminta kepada penegak hukum supaya mempertimbangkan segala sesuatu halnya supaya tindak tindakan yang diambil tidak menyengsarakan rakyat. Pemimpin kami tidak disangkut pautkan dengan hal-hal yang tidak dilakukan, supaya beliau dapat terus berbuat untuk masyarakat,” ungkap Rozano Pandu selaku Koordinator Aksi didampingi Koordinator Lapangan Firmansyah.

Dikatakan Rozano, aksi ini untuk menyampaikan aspirasi diantaranya menuntut agar tuntutan MKMB bisa didengar dan bisa diberikan keadilan seadil-adilnya. “Aksi ini kita gelar dengan harapan agar tuntutan-tuntutan ini didengar dan ditanggapi, juga agar tidak adanya orang-orang yang punya kepentingan untuk mengobrak abrik kabupaten Muara Enim. Kami hanya ingin Muara Enim tetap kondusif, pembangunan merata, dan stabil,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Muara Enim, Liono Basuki BSc menyambut aksi damai MKMB dan mengatakan, apa apa yang sudah disampaikan kami sudah menerima. “Kami sangat mengapresiasi sekali hal ini, itu tentunya tugas kami dan merupakan suatu tanggung jawab kami,” ujarnya kepada MKMB.
“Tuntutan masyarakat Muara Enim, untuk Ormas LSM dan wartawan di Kabupaten Muara Enim itu akan segera kita koordinasikan dan menugaskan komisi terkait untuk berkomunikasi langsung dengan pihak terkait,” tuturnya.
Dari pantauan awak media ini, aksi yang digelar MKMB dimulai dari terminal regional menuju kantor DPRD Muara Enim.
Laporan Arief Rahman Hakim
Editor Abror Vandozer



















