Empat Kabupaten/Kota Sumsel Masuk Evaluasi PPKM Level IV

- Jurnalis

Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengikuti Rakor Pembahasan Penerapan PPKM Level IV di luar Jawa  Bali, bersama Menko Perekonomian RI melalui Vidcon dari Command Center Pemprov Sumsel, Sabtu (24/7) siang.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengikuti Rakor Pembahasan Penerapan PPKM Level IV di luar Jawa Bali, bersama Menko Perekonomian RI melalui Vidcon dari Command Center Pemprov Sumsel, Sabtu (24/7) siang.

Herman Deru Terus Ingatkan Warga Sumsel Lebih Disiplin Terapkan Prokes 

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumsel H Herman Deru secara tegas kembali mengingatkan masyarakat Sumsel untuk meningkatkan disiplin penggunaan masker dan mengetatkan penerapan protokol kesehatan. 

Imbauan itu diungkapkannya usai mengikuti Rakor Pembahasan Penerapan PPKM Level IV di luar Jawa  Bali, bersama Menko Perekonomian RI melalui Vidcon dari Command Center Pemprov Sumsel, Sabtu (24/7) siang. 

Menurut Herman Deru imbauan tersebut dilakukannya karena disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan salah satunya memakai masker yang menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran COVID-19. Terlebih berdasarkan hasil evaluasi dalam rakor tersebut ada 4 Kabupaten/kota di Sumsel yang dikategorikan masuk dalam PPKM level IV.  Keempat Kab/Kota tersebut masing-masing yakni Kota Palembang, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Musirawas (Mura). Dimana kriteria penentuan level itu didasarkan pada tingkat transmisi dan respon pemerintah daerah juga respon masyarakatnya. “Serta tracking, tracing dan tingkat BOR rumah sakit di daerah itu sendiri. Karena itu pula kembali Saya ingatkan berulang-ulang tetap disiplin jangan lalai menggunakan masker dimanapun,” ujarnya. 

Meskipun ada 4 kabupaten kota di Sumsel yang masuk kategori PPKM level 4 namun secara umum Provinsi Sumsel tidak lebih buruk dibandingkan 21 provinsi lain yang daerahnya masuk dalam level IV. Terkait evaluasi ini, Herman Deru  meminta masyarakat di 4 daerah tersebut tidak panik karena beberapa peraturan PPKM level 4 dikembalikan ke daerah masing-masing. Sehingga diharapkan penerapannya akan lebih fleksibel disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.  Hal ini berbeda dengan pemberlakuan PPKM darurat sebelumnya dimana untuk mengeliminir penyebaran Covid semua ditentukan kebijakan pusat.  “Misalnya  tentang tata tertib operasional pasar tradisional dan lapak itu sekarang  sebagian diserahkan ke Pemda dan Pemkot yang mengaturnya. Tapi untuk lebih detail dan jelasnya kita tunggu dari Mendagri,” jelasnya. 

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Dalam menanggulangi penyebaran COVID ini, Sumsel menurut Herman Deru lebih beruntung karena persiapan ruang isolasi mandiri yang sangat banyak. Jika Wisma atlet dan Asrama Haji Palembang dimaksimalkan, Pemprov mampu menyediakan hingga ribuan kamar untuk warga Sumsel yang akan melakukan Isoman tentunya dengan fasilitas layak dan gratis.  Khusus 4 daerah yang masuk dalam evaluasi PPKM Level 4 itu HD menghimbau agar kepala daerah tetap berpijak pada 3 aspek dalam penanganan Covid. Yakni menyeimbangkan pengutamaan penanganan kesehatan, penanganan ekonomi dan penanganan sosial. “Saya harap Kepala Daerah baik bupati mauoun walikota dapat berpijak pada tiga aspek itu,” tegasnya. 

Sementara dalam Rakor tersebut  Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menjelaskan perkembangan data mingguan konfirmasi kasus Covid 19 di Indonesia.  Dia mengatakan  jumlah provinsi dengan total konfirmasi kasus Covid lebih dari 1000 kasus per minggu terus mengalami peningkatan dalam tiga minggu terakhir. Bahkan selama bulan Juli secara nasional terjadi peningkatan kumulatif kasus konfimasi 41,5 persen.  “Untuk mengendalikan laju kenaikan tersebut perlu dilakukan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) melalui penerapan upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial,” jelas Menko. 

Baca Juga:  Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Hal itu, lanjut Menko berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor. HK.01.07/MENKES/4805/2021. Tentang indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi.  Pemberlakuan PPKM di luar Jawa Bali mulai 26 Juli-8 Agustus itu menurut Menko berlaku secara gradual dalam empat tingkatan (tingkat I-IV) di Kab/kota di luar Jawa Bali berdasarkan level asesmen situasi pandemi dan resiko tinggi penyebaran Covid.  “Ada 45 Kab/kota di 22 Provinsi (Level IV), 278 kab/kota di 18 Provinsi (Level III), 63 kab/kota di 17 Provinsi (Level II),” jelas Menko. 

Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, terkait kondisi di atas  Kepala daerah diminta menyiapkan tempat tidur (TT)  isolasi terpusat dan layanan telemedicine, dikoordinasikan dengan pembina wilayah Kemenkes.  “Selain itu Kepal daerah juga diminta agar memastikan seluruh RS mengisi laporan harian oksigen terlampir dan koordinasi kebutuhan oksigen dengan Kemenkes,” imbuhnya.

Kemudian Wamenkes juga mengarahkan agar testing dan tracing harus terus ditingkatkan dan dilaporkan untuk penemuan kasus dan tindaklanjut sehingga dapat menurunkan positivity rate hingga kurang dari 10 persen.  Selain diikuti puluhan Gubernur se Indonesia, Rakor tersebut juga diikuti oleh sejumlah Menteri di antaranya Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

Berita Terkait

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
DPRD Kota Prabumulih Gelar Paripurna XXIV Masa Persidangan Ketiga 2026
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:33 WIB

DPRD Kota Prabumulih Gelar Paripurna XXIV Masa Persidangan Ketiga 2026

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB