Dugaan Suap Proyek, Ahmad Yani Terjaring OTT

- Jurnalis

Selasa, 3 September 2019 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruangan Kantor Bupati yang disegel oleh pihak KPK, (Photo : Ist)

Ruangan Kantor Bupati yang disegel oleh pihak KPK, (Photo : Ist)

KEBERHASILAN Kabupaten Muaraenim dalam berbagai bidang harus ambruk setelah beberapa pejabat harus ditangkap setelah tersekap dakam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Benar-benar memalukan. Terkait rencana pembangunan proyek di Kabupaten Serasan Sekundang itu, Bupati Muaraenim Ahmad Yani, oknum Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan seorang pengusaha harus menciut setelah disergap petugas KPK dalam operasi tangkap tangan.

Baca Juga:  7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Pada Senin malam (2/9/2019), Ahmad Yani dan dua orang lainnya itu harus takluk setelah dengan cara diam-diam ia disergap KPK dalam peristiwa itu.

Saat ditangkap, Bupati sedang berada di gedung Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bapedda).

Dalam peristiwa itu, sejumlah petugas jaga tidak mengetahui adanya peristiwa penyegelan ruangan dan peristiwa OTT tersebut.

Sementaraa keadaan rumah dinas Bupati Muaraenim yang berlokasi di Jalan Sultan Machmud Badarudin (SMB) II terlihat senyap. Hanya beberapa petugas Satpol Pamong Praja saja yang terlihat sedang berjaga.

Baca Juga:  Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Dalam oparasi tangkap tangan tersebut, masyarakat penasaran, berapa jumlah uang suap yang diterima bupati dan oknum pejabat PU Bina Marga dalam OTT tersebut, belum ada keterangan dari pihak terkait, Polda Sumsel ataupun pihak KPK. (tim)

Berita Terkait

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap
Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Berita Terbaru