Selain dia, kata Koestolo, ikut serta dalam pameran itu Mbak Picuk, yang memerkan kain batik dan rebana batik.
Sebagai pelukis senior yang sudah sangat dikenal dalam pelataran seni lukis di Indinesia, Koestolo sangat bangga melihat anak-anak muda yang menyintai dunia seni lukis.
“Dalam rapat kemarin, mereka begitu antusias diampingi saya dan Mbak Picuk. Kata mereka, saya dan Mbak Picuk itu adalah perupa senior. Padahal sama saja. Dalam.karya, tak ada senior atau yunior. Yang penting karya kita itu dihimpun dalam kekuatan estetika,” ujar Koestolo, tersenyum.
Namun Koestolo berjanji, ia dan Mbak Picuk akan memberikan motivasi kepada para pelukis muda untuk berkarya lebih maksimal.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















