Kepala BRG Sumsel Ir Nazir Foead MSc mengatakan, ada tiga alat yang hilang dan perlu mengevaluasi. “Kita memang perlu lebih kuat lagi bekerjasama dengan institusi desa. Mungkin kita perlu bantuan dari kawan kawan dan penegak hukum untuk mejaga aset negara,” ujarnya.
Nazir menjelaskan, masyarakat harus tau pentingnya menjaga lahan gambut dalam menghadapi kebakaran.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Restorasi di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel Beni Yusnandarsyah menambahkan, pihaknya dalam kegiatan restorasi ini sebagai wakil dari pemerintah pusat.
“Tugas kami disini adalah melaksanakan alur
Badan Restorasi Gambut (BRG) dengan menerapkan strategi 3R untuk merestorasi gambut. 3R tersebut adalah Rewetting, Revegetation, dan Revitalization. Revitalisasi atau pemulihan lahan gambut adalah dengan memberikan bantuan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak,” bebernya.
Harapannya, lanjut Beni, TMAT yang dijaga alat ukurnya, pihaknya dapat memantau sistem pemantauan air lahan gambut (SIPALAGA). “Kalau tidak ada yang menjaga alat ukurnya, bagaimana kita memantau sipalaga. Jadi pemeliharaannya ada pada kelompok masyarakat yang menjaga TMAT ini,” tutupnya.
Laporan Akip – Editor Abror Vandozer




![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-225x129.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-225x129.jpg)



![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-129x85.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-129x85.jpg)






