Sedangkan di kategori fesyen, yang meraih juara pertama adalah Ismi Fauziyah Asri dengan karya “Sendu Gurau” “It is not greenwash, it is waste!” yang merupakan suatu ruang kreasi dan eksplorasi material tekstil. Juara kedua adalah Putri Lestari dengan produk “Salur Lapis” produk aksesoris fesyen berupa tas yang terbuat dari susunan limbah multiplek dari workshop furnitur dan dikombinasikan dengan material kayu. Adapun juara ketiga adalah Dewa Ayu Kade Paramahamsa Satya Devi dengan produk “Sepatu Bercerita Series 1. “Kok Lautku Gini”, sepatu yang memanfaatkan kembali limbah serta bahan yang bersifat alami dan ramah lingkungan.
Ambareny juga menyampaikan, pada tahun 2023, IFCA mengambil tema Neighbourhood Spirit, dengan mengajak desainer untuk lebih peduli terhadap lingkungan komunitas pelaku industri kecil dan menengah yang berada di sekitar dan berkolaborasi dengan mereka melalui desain yang inovatif sehingga bisa meningkatkan nilai tambah IKM.
Hal tersebut sesuai dengan nilai kekerabatan di Indonesia yang terkenal dengan semangat gotong-royong dan juga sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor sembilan, yaitu membangun infrastruktur yang tangguh, meningkatkan industri inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi.



















