banner 2560x598

banner 2560x598

Buku 100 Anak Tambang Indonesia Tuai Ragam Komentar

  • Bagikan
Regina, seorang karyawati memamerkan buku 100 ATI usai launching 12 Agustus 2021
Regina, seorang karyawati memamerkan buku 100 ATI usai launching 12 Agustus 2021
banner 468x60

PERTAMA kalinya di dunia, 100 pemimpin perusahaan tambang dari Aceh hingga Papua, bersama-sama dan bergotong-royong di masa Pandemi COVID-19 menulis serta menerbitkan sebuah buku inspiratif berjudul 100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI).

Buku ini mengusung semangat juang dan nilai-nilai kebangsaan serta nasionalisme dari sektor pertambangan yang jarang sekali terungkap. Buku ini akan diluncurkan pada 17 Agustus 2021, dalam rangka memperingati HUT ke 76 Republik Indonesia.

Terbitnya buku tersebut menuai beragam komentar, di antaranya, Dr Ridwan Djamaluddin MSc selaku Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, mengatakan membaca buku 100 Anak Tambang mengingatkan saya saat kuliah ilmu geologi cq perminyakan Universitas Trisakti. “Ada banyak mitra saya yang sukses dan terpublikasi di dalam buku ini. Membaca kisah mereka ini menarik sekali, kita seperti studi kembali sambil menyelami praktik pertambangan yang baik (good mining practice) yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan tambang RI agar terus maju dan modern. Generasi muda tambang Indonesia pantas menjadikan inspirasi seperti tertuang di dalam buku ini sebagai bacaan wajib,” kata Ridawan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ir Maman Abdurahman menyampaikan melalui Buku 100 Anak Tambang Indonesia, kita diperlihatkan bagaimana kehidupan dan perjuangan para pekerja tambang di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bangsa mulai dari barang yang digunakan sehari-hari hingga kebutuhan untuk kemajuan teknologi dan peradaban. Besar harapan saya bahwa buku ini dapat membuka pandangan seluruh bangsa Indonesia mengenai pertambangan di Indonesia dan menginspirasi para generasi muda untuk dapat melanjutkan perjuangan. “Majulah Pertambangan demi Pembangunan,” ungkapnya.

Staf Khusus Menteri ESDM, Prof Dr Ir Irwandy Arif  Dipl Ing MSc mengatakan melalui buku kita menjadi tahu. Bacalah, perintah Allah agar kita tahu. Jangan mengumpat kalau sedikit tahu atau pura-pura tidak tahu. Hargai dan syukuri apa yang dianugerahkan kepada kamu, jangan bersikap tidak mau tahu. “Bila tidak mau tahu, kembalilah ke zaman batu,” ucapnya.

Dr Lana Saria SSi MSi, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kepala Inspektur Tambang (KaIT) menuturkan salut kepada 100 ATI yang mendedikasikan dirinya untuk kemajuan dan keberlanjutan pertambangan di Indonesia. Buku ini menyimpan catatan kisah mereka yang berjuang tanpa henti untuk menggali, mengangkut dan mengolah hasil tambang dengan senantiasa respek kepada standar keselamatan kerja, perlindungan lingkungan dan kearifan lokal. “Buku yang ditulis dengan gaya bahasa yang kekinian ini menjadi rujukan yang berharga bagi insan pertambangan dan kalangan umum untuk memahami kegiatan pertambangan secara utuh,” jelasnya.

Ir Sujatmiko, Direktur Pengusahaan Batubara, Ditjen Mineral dan Batubara mengungkapkan pengalaman yang dibagikan oleh 100 Anak Tambang Indonesia menunjukkan kemampuan hebat dan konsistensi tinggi mereka dalam mengelola bahan tambang dan berkontribusi bagi perkembangan industri pertambangan Indonesia. “Buku ini harus dibaca oleh mereka yang sedang dan akan bekerja di pertambangan,” harapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *