banner 2560x598

banner 2560x598

“Bripda David” Sosok Editor di Balik Tayangan Film

  • Bagikan
salah satu film yang diedit oleh Bripda David
salah satu film yang diedit oleh Bripda David
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Film merupakan salah satu sarana Kepolisian untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Proses pembuatan, editing film sebelum sampai ke masyarakat tak lepas dari nama Bripda David dari bidang Humas Polda Sumsel untuk memberikan tampilan menjadi lebih baik dan menarik ditonton.

Pastinya, sosok David sebagai editor film tersebut memberikan efek bagus, secara garis besar dan mempunyai peranan penting pada bagian pasca produksi film tersebut.

Keseriusan David terlihat dari tatapan matanya yang fokus menghadap ke arah layar komputer, dahinya mengernyit, tangan kanannya terus bergerak memainkan mouse di atas meja. Dia membuka dan mengolah sejumlah video yang baru dipindahkan dari handycam. “ini sedang berusaha buat konsep film baru,” kata David di tengah aktivitasnya kepada wartawan, Kamis (19/8).

Polisi kelahiran Musi Banyuasin ini mengaku banyak waktunya untuk mengolah, mengatur tata letak, mengkombinasikan video yang cocok sebagai latar belakang hingga membubuhkan kalimat di dalamnya. “Mengasah kreatifitas agar semakin berkembang,” ujarnya

Personel bidang Humas itu bertugas di sub bagian Multimedia. Dia merupakan sosok di balik pembuatan film di kehumasan Polda Sumsel. Ia mengaku tidak begitu terampil di bidang komputer ketika masih bersekolah, merasa bakatnya saat itu tidak berbeda jauh dengan teman-temannya seperti bermain sepak bola.

Setelah lulus dari SMK, dia mendaftar menjadi anggota polisi. ”Ikut seba (sekolah bintara polisi) pada 2019,” ucapnya.

Penugasan pertama yang diterima setelah lulus adalah menjadi anggota bidang TIK Polda Sumsel, 12 Agustus 2020 dia pindah tugas ke Humas Polda Sumsel bagian Multimedia.

Lalu ia pun mulai mengasah lagi bakatnya dalam pembuatan film, lebih banyak waktu yang bersinggungan dengan komputer sehingga membuatnya menaruh minat untuk belajar dan megolah gambar. “Lebih keren rasanya kalau bisa mengedit foto, membuat karya sendiri,” ujarnya.

Bukan hanya menggali referensi dari website, pria kelahiran 22 Juli 2000 itu juga menyisihkan sebagian pemasukannya untuk membeli buku. ”Jumlahnya tidak banyak, tapi cukup untuk bekal belajar,” tuturnya.

Proses belajar menjadi editor film mengalir seperti air. David tidak mematok target pembuatan film tapi secepatnya bisa menyelesaikan pembuatan film yang ditugaskan padanya. Meski begitu, dia dibantu oleh personil Humas lainnya untuk lebih mengasah bakatnya. ”Banyak belajar juga sama teman-teman yang lebih paham,” ungkapnya.

David mengaku bahwa film pertama yang dibuatnya “Sahabat dan Toleransi” tayang pada 26 desember 2020, kemudian mendapat tugas untuk mengedit video kegiatan Kapolda Sumsel. ”Konsep awalnya menyesuaikan dengan permintaan pimpinan saja yaitu pesan kamtibmas tersampaikan,” lanjutnya.

Hasil kreasinya tersebut, ternyata mendapat apresiasi. David pun makin getol mendalami dunia multimedia, lama-kelamaan, dia malah menjadi personel andalan untuk editor film. ”Banyak video yang diedit menjadi sebuah film, misalnya film tentang pemakaian helm, larangan pemakaian knalpot racing dan larangan mudik lebaran,” ujar polisi yang tinggal di Aspol Puntikayu.

Menurut pria yang hobi menonton film-film action tersebut, inspirasi mengolah video tersebut banyak diperoleh dari jaringan internet. ”Dilihat juga situasinya dan momentumnya untuk apa,” imbuhnya.

Tak terasa, sudah satu tahun David menjadi editor film andalan di lingkungan tempatnya mengabdi. Dia menjadi sosok penting di balik lahirnya penyampaian pesan kamtibmas kepada masyarakat pada masa pandemic COVID-19 ini.

Dia merasa ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri ketika melihat hasil karyanya ditonton dan disukai oleh masyarakat. Anak sulung dari empat bersaudara tersebut merasa enjoy dengan tugas yang diemban.

Kendati demikian, adakalanya dia harus bekerja ekstra saat ada perintah yang datang mendadak. ” Film yang sudah jadi tidak jarang butuh revisi dari pimpinan. Jadi harus teliti dan benar-benar mendengarkan petunjuk yang diberikan,” tandasnya.

Editor Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *