Rekomendasi Kepala BPS itu mengacu pada penyebab utama inflasi di tahun 2022. Yaitu harga yang diatur pemerintah berupa bensin, bahan bakar rumah tangga, dan tarif angkutan utamanya angkutan udara.
Sedangkan dari komoditas, beras dan rokok kretek filter memberikan kontribusi inflasi yang cukup besar pada inflasi tahun 2022. Beras memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,19 persen pada inflasi 2022, yang paling besar kontribusinya adalah bensin 1,15 persen.
Dengan lanju inflasi sebesar 5,51 persen di tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ke-16 di antara negara anggota G20. Peringkat ke-120 dari 151 negara di dunia, peringkat ke-6 di Asean dari sisi tingkat inflasinya.
Tahun 2022 Indonesia menekan inflasi ke tingkat moderat yaitu 5,1 persen. Keberhasilan itu tidak lepas dari koordinasi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter dalam mengendalikan laju inflasi. (JFA)
Halaman : 1 2



















