Kendati demikian, Habibullah mengungkapkan perkembangan ekspor secara bulanan sendiri turun. Yaitu pada Januari 2023 mencapai US$22,31 miliar atau turun 6,36 persen dibanding Desember 2022.
“Penurunan ekspor secara total ini melanjutkan tren penurunan yang sudah terjadi bulan sebelumnya, Desember 2022. Ekspor total turun 1,10 ersen terhadap November 2022,” tuturnya.
Menurut dia, penurunan terjadi dalam 5 bulan terakhir ini akibat penurunan dari segi nilai maupun volume.
“Penurunan ekspor non migas sebesar 0,84 persen pada Januari 2023 dibanding Desember 2022 disebabkan penurunan ekspor bahan bakar mineral (HS 27) turun 8,19 persen, biji logam, kerak dan abu (HS 26) turun 36,44 persen. Komoditas lemak dan hewani nabati (HS 15) turun 9,95 persen. Besi dan baja (HS 72) turun 9,26 persen,” ujar Habibullah. (JFA)
Halaman : 1 2



















