BNPT Bakal Terapkan Skema Pentahelix

- Jurnalis

Senin, 28 Februari 2022 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasubbid Kontra propaganda BNPT Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT], Kolonel Pas Drs Sujatmiko

Kasubbid Kontra propaganda BNPT Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT], Kolonel Pas Drs Sujatmiko

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kasubbid Kontra propaganda BNPT Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT], Kolonel Pas Drs Sujatmiko menyatakan bakal menerapkan skema pentahelix untuk mencegah dan menanggulangi aksi terorisme serta radikalisme pada 2022.

“Konsep pentahelix menggunakan seluruh potensi dalam membentuk kekuatan nasional melawan ideologi radikalisme dan terorisme. Melibatkan lima unsur, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media,” ungkap Kasubbid Propaganda BNPT dalam keterangannya pada Focus Group Discussion [FGD] DPD Mahasiswa Pancasila [Mapancas] Sumsel, di Gedung Grand Atiyasa Convention Center Palembang yang beralamat di Jalan Kapten A. Anwar Arsyad, Kecamatan Ilir Barat I Palembang dengan mengusung tema “Pentingnya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Bagi Generasi 5.0”, Minggu [27/2/2022].

Kolonel Sujatmiko menilai, penguatan kebijakan Pentahelix BNPT di tengah kontroversi budaya dan agama dibutuhkan. Menurutnya, agama dan budaya bukanlah sesuatu yang pantas dipertentangkan.

“Sehingga apapun budaya dan nilai yang tidak bertentangan dengan nilai agama maka tidak perlu dipertentangkan,” katanya.

Dewasa ini, ujar Sujatmiko, pola infiltrasi kelompok radikal kian masif hingga telah menyentuh berbagai lini kehidupan. Mulai dari pemerintahan hingga lembaga pendidikan yang kerap kali berusaha untuk menghilangkan nilai budaya dan kearifan lokal bangsa ini.

Baca Juga:  Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

“Ini dikarenakan, ideologi radikalisme menyerang pikiran, sel saraf manusia yang menghasilkan pemikiran yang membenarkan aksi-aksi ke arah manipulasi agama, dan infiltrasi tersebut menjadi bagian dari upaya maksimal mereka, jihad,” jelasnya.

Focus Group Discussion [FGD] DPD Mahasiswa Pancasila [Mapancas] Sumsel, di Gedung Grand Atiyasa Convention Center Palembang yang beralamat di Jalan Kapten A. Anwar Arsyad, Kecamatan Ilir Barat I Palembang dengan mengusung tema "Pentingnya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Bagi Generasi 5.0", Minggu [27/2/2022].
Focus Group Discussion [FGD] DPD Mahasiswa Pancasila [Mapancas] Sumsel, di Gedung Grand Atiyasa Convention Center Palembang yang beralamat di Jalan Kapten A. Anwar Arsyad, Kecamatan Ilir Barat I Palembang dengan mengusung tema “Pentingnya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Bagi Generasi 5.0”, Minggu [27/2/2022].

Perlu adanya pelibatan banyak komponen untuk menghalau laju infiltrasi kelompok radikal. Salah satunya melalui penguatan kebijakan Pentahelix yang dicanangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme [BNPT].

“Saya kira semua komponen harus terlibat, semua lini dari semua lapisan masyarakat harus terlibat, dan kebijakan pentahelix yang digagas BNPT ini bisa mempersempit ruang bagi pemikiran radikal ini agar tidak tumbuh subur di tengah masyarakat,” ujarnya.

Konsep pentahelix adalah penanggulangan ideologi radikalisme dan terorisme dental kerja sama dan kolaborasi secara multipihak yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat, komunitas, media hingga pelaku seni.

Baca Juga:  Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship

Saat di wawancarai selesai acara Forum Diskusi, Sujatmiko membeberkan beberapa hal penting yang harus di ingatkan dan di sosialisasikan serta di kuatkan ke seluruh elemen masyarakat.

Dia menilai dalam penguatan kebijakan pentahelix perlu diperkuat juga dengan menumbuhkan semangat dan nilai-nilai kepada seluruh jajaran komponen dan pemangku kepentingan terkait.

“Pertama, perlu ditanamkan keilmuan yang mumpuni. Sehingga pemahaman itu bisa maksimal untuk nantinya disampaikan oleh stakeholder [pemangku kepentingan] kepada masyarakat. Harus memiliki kemampuan yang baik tentang literasi agama,” terangnya.

Kedua, menumbukan kesadaran bahwa masyarakat Indonesia ini adalah satu yaitu sebagai bangsa Indonesia dengan segala keragaman dan kebhinekaan yang dipersatukan dengan Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan yang khas.

“Kita punya ideologi Pancasila, hidup dalam kebhinekaan, kita punya UUD 1945 dan budaya yang khas. Inilah yang harus dipahamkan dan diperkuat oleh kita semuanya,” tegas Sujatmiko kepada wartawan.

Laporan Suherman

Berita Terkait

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
SPH Lain Terbit di Lahan 15.000 Meter Persegi Milik Indrawansyah, Kades Ulak Pandan Lahat Digugat ke PTUN Palembang
Kejari OKU Timur Geledah Kantor KPU, 243 Barang Disita
Bupati Edison Terjaring OTT! Kantor Disdik Muara Enim Disegel KPK ‎
Ahli Hukum Pidana: Implikasi Pidana atas Distorsi Informasi dan Klaim Legitimasi Pasca Putusan PK MA 32 PK/TUN/2026
Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:11 WIB

SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:47 WIB

SPH Lain Terbit di Lahan 15.000 Meter Persegi Milik Indrawansyah, Kades Ulak Pandan Lahat Digugat ke PTUN Palembang

Senin, 8 Juni 2026 - 20:19 WIB

Kejari OKU Timur Geledah Kantor KPU, 243 Barang Disita

Berita Terbaru

Polres OKU Timur menggelar Sidang Isbat Nikah Massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Polres OKU Timur. Nikah massal ini diikuti sebanyak 80 pasangan 

Headlines

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:02 WIB